BolaSkor.com - Striker asal Rusia, Yevgeni Kabayev sempat mewarnai sepak bola Indonesia. Itu setelah direkrut Persija Jakarta menjelang Liga Indonesia 2015.

Sempat memperkuat Persija Jakarta di beberapa laga, karier penyerang Rusia tersebut bersama Martin Vunk tak berlanjut lantaran sanksi FIFA pada Mei 2015.

Penangguhan FIFA membuat Liga Indonesia tak berjalan. Yevgeni Kabayev pun memilih meninggalkan Indonesia.

Yevgeni Kabayev sempat memperkuat klub Estonia, Sillamae Kalve pada 2015-2016 sebelum kembali berkarier di negaranya. Pada 2019, ia diketahui bergabung dengan klub Estonia lain, Levadia Tallinn. Kabar terakhir, Yevgeni Kabayev mendapatkan pemutusan kontrak dari klub Estonia tersebut pada Agustus 2019.

Pemutusan kontrak terjadi lantaran masalah hukum yang dihadapi sang pemain. Ia ditangkap karena melanggar batas kecepatan dan sempat ditahan dua hari, serta masuk pengadilan sebelum dideportasi dari Estonia.

Baca Juga:

Persija Jakarta 4-3 Persela Lamongan: Rampungkan Misi Tiga Poin Lagi

Edson Tavares Perlahan Sedang Membangun Tim Masa Depan Persija Jakarta

Yevgeni Kabayev sempat meluruskan bahwa dirinya tidak mengalami kecelakaan. "Saya tidak melakukan apapun untuk duduk di sel selama dua hari," dalam wawancara seperti dilaporkan Sportmail Rusia.

Yevgeni Kabayev juga mendapat larangan untuk masuk kawasan Schengen, yang meliputi 26 negara Eropa selama satu tahun. "Maka pilihan muncul di Honduras," jelas Yevgeni Kabayev.

Yevgeni Kabayev mendapat kontak dari klub Honduras Real de Minas sejak September 2019. Sekaligus membuatnya mencatatkan sejarah sebagai pesepak bola Rusia pertama yang berkarier di Honduras.

Yevgeni Kabayev. (Match TV Rusia)

Keputusan Yevgeni Kabayev berkarier di Honduras mendapat perhatian media Rusia. Mengingat Honduras dikenal sebagai negara berbahaya di dunia.

"Sebelum datang ke Honduras, saya membaca berita dan mengerti bahwa Anda tidak boleh ke sini. Saya menyaksikan, mereka menunjukkan di sana. Jika Anda pergi ke jalan, mereka akan merampok, menembak, atau membawa ke suatu tempat," jelasnya dikutip dari Sports Rusia.

Yevgeni Kabayev menyebut masih dalam kondisi aman. "Jadi ini tidak benar sama sekali. Saya tidak tahu mengapa mereka mengatakannya seperti ini. Ya ada hal seperti itu (penjagaan). Semua penjaga dengan senjata atau pistol, tapi tidak menakutkan. Sebaliknya untuk menciptakan rasa aman."

Ia juga menjelaskan bahwa klub terkemuka Honduras memiliki keuangan dan infrastruktur yang baik. Pemain yang sempat bersanding dengan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi untuk sepatu emas setelah mencetak 38 gol dalam 39 laga pada 2014 itu mengaku kontraknya juga baik.

"Gaya sepak bolanya mirip dengan Indonesia. Beberapa lapangan kurang enak, sehingga sulit untuk bermain sepak bola secara teknis, karena bola melompat. Levelnya tidak buruk."