BolaSkor.com - Nama Bima Sakti sudah melegenda di sepak bola Indonesia. Ia sudah malang melintang membela klub Tanah Air, sebut saja PKT Bontang, PSM Makassar, Persema Malang, PSPS Pekanbaru, Persegres Gresik, hingga Persiba Balikpapan.

Ia juga menjadi kapten Timnas Indonesia di 1990-an akhir. Bima Sakti juga pernah mengikuti progam PSSI Primavera ke Italia pada 1993.

Kini, Bima Sakti menjadi pelatih Timnas Indonesia U-16. Sebelum itu, ia menjadi asisten Luis Milla di Timnas Indonesia Senior dan U-23 selama 1,8 tahun.

Para pencinta sepak bola berandai-andai Bima Sakti bakal digadang-gadang menjadi pelatih Timnas Indonesia di masa depan. Alasannya sederhana, Bima Sakti pernah menjadi pemain Timnas Indonesia. Selain itu, Bima Sakti saat ini sedang mengecap pengalaman lebih sebagai pelatih Skuat Garuda, meski dari kelompok junior.

Baca Juga:

Bima Sakti Jelaskan Pentingnya Kompetisi Usia Muda bagi Sepak Bola Indonesia

Kisah Pembentukan Timnas Indonesia U-16, Pendekatan Emosional hingga Peran Orang Terdekat


Meski begitu, Bima Sakti mengaku belum mau menjadi pelatih Timnas Indonesia Senior untuk saat ini. Ia mengaku masih harus banyak belajar dan menikmati proses.

"Saya tak mau berandai-andai, saya masih harus banyak belajar. Banyak pelatih yang ilmunya di atas saya, jangan anggap remeh pelatih SSB (Sekolah Sepak Bola) mereka lebih berat dari para pelatih klub. Mereka membangun komunikasi dan attitude para pesepak bola muda. Jadi masih banyak yang pantas," kata Bima Sakti saat bincang-bincang live Instagram bersama BolaSkor.com.

"Saya mau nikmati proses dulu melatih Timnas Indonesia U-16. Step by step dahulu. Kalau kemarin (Piala AFF 2018) saya ditunjuk memang menggantikan Luis Milla di Timnas Indonesia Senior, tapi alasannya agar para pemain tidak perlu lagi adaptasi lebih. Karena pemain peninggalan Luis Milla yang sudah ada chesmitry-nya. Saya hanya melanjutkan saja," tambahnya.