BolaSkor.com - Arema FC kembali bersiap menerima kucuran dana subsidi Piala Presiden 2019 secara tak utuh lagi. Hal itu sebagai akibat dari jeratan sanksi yang ditetapkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI atas sejumlah pelanggaran.

Tiga jenis pelanggaran tersemat dalam surat bernomor 004, 008 dan 009/PP/SK/KD-PSSI/III/2019. Persamaannya, ketiga surat itu adalah bentuk pelanggaran dari perilaku buruk suporter dalam pertandingan.

Padahal, sebelumnya Arema FC sudah gembira dengan perubahan tingkah laku Aremania yang hadir di stadion Kanjuruhan. Nyanyian maupun kata-kata pada spanduk bernada ujaran kebencian sudah hilang, selain juga kebiasaan menyalakan flare dan benda berasap lainnya.

Baca Juga:

Milomir Seslija Apresiasi Kontribusi Hamka Hamzah untuk Arema FC

Komdis PSSI Hukum Kalteng Putra, Persib, Arema FC, Persebaya, Semen Padang

"Pengamatan kami, penonton yang hadir di Kanjuruhan terbagi dua kelompok. Mereka yang sering datang adalah suporter sejati, sedangkan lainya adalah penikmat sepak bola," ujar Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris.

Tim Singo Edan dikenai sanksi denda berjumlah total Rp 150 juta atas sejumlah pelanggaran berupa lemparan botol, penyalaan flare dan aksi memasuki lapangan dilakukan Aremania dalam dua pertandingan saat menjamu Barito Putera dan Persela Lamongan.

Sementara satu sanksi berupa teguran keras kepada Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan atas kegagalan memberi rasa aman dan nyaman kepada penonton.

Atas sanksi itu, pihak klub sudah menerimanya dengan lapang dada. Alhasil, nilai match fee atau pun subsidi sebagai tuan rumah Grup E Piala Presiden pun tak akan diterima Arema FC dalam bentuk utuh.

"Pada prinsipnya, kami selalu mematuhi semua aturan dalam regulasi yang ada," pungkasnya. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)