BolaSkor.com - Menangani Newcastle United mungkin kini menjadi impian sejumlah manajer papan atas dunia. Namun sebuah peringatan disampaikan Steve Bruce yang baru saja kehilangan jabatan tersebut.

Bruce baru saja dipecat Newcastle. Hasil buruk pada awal musim 2021-2022 dan kedatangan pemilik baru diyakini menjadi penyebab utama.

Posisi Bruce memang mulai digoyang sejak Public Investment Fund (PIF) resmi memiliki saham mayoritas Newcastle. Konsorsium pimpinan Mohammed bin Salman tersebut berniat menunjuk manajer kelas dunia untuk memimpin revolusi The Magpies.

Pada akhirnya, Bruce masih diberi kesempatan menangani Newcastle saat menjamu Tottenham Hotspur dalam lanjutan Premier League, akhir pekan lalu. Momen itu sangat istimewa karena merupakan laga ke-1.000 dalam karier kepelatihan mantan pemain Manchester United tersebut.

Baca Juga:

Akuisisi Newcastle United di Mata Para Manajer Elite Premier League

Revolusi Dimulai, Newcastle United Berpisah dengan Steve Bruce

Klub Premier League Cegah Newcastle Ikuti Jejak Manchester City

Para pejabat baru Newcastle United ikut menyaksikan kekalahan atas Tottenham Hotspur.

Sayang, Newcastle harus takluk 2-3 dari Tottenham. Padahal laga itu juga menjadi debut klub asal Tyneside tersebut di bawah pemilik baru.

Tak heran jika pemilik baru Newcastle akhirnya memecat Bruce. Klub yang baru mereka akuisisi kini terjerembab di zona degradasi.

Sejumlah manajer kelas dunia mulai dikaitkan dengan Newcastle. Namun Bruce menilai penggantinya akan menghadapi tantangan yang sangat berat.

Bruce memang berbagi cerita terkait pengalamannya menangani Newcastle. Ia dan keluarganya ternyata sering mendapat perlakuan buruk dari suporter klubnya sendiri.

“Pada saat tiba di Newcastle, saya pikir saya bisa menangani semua yang dilemparkan kepada saya. Namun ternyata itu sangat, sangat sulit,” kata Bruce kepada Telegraph.

Bruce ditunjuk menangani Newcastle pada musim panas 2019. Ia menggantikan peran Rafael Benitez yang mengundurkan diri.

Dua musim bekerja, Bruce sukses membawa Newcastle konsisten bertahan di papan tengah. Padahal ia tak dibekali dana cukup untuk memperkuat skuatnya.

Namun kinerja Bruce tersebut tampaknya kurang dihargai suporter Newcastle. Ia kerap mendapat cacian dari mereka saat meraih hasil minor.

“Saya merasa tidak pernah benar-benar diinginkan. Orang (suporter Newcastle) ingin saya gagal dan terus mengatakan saya tidak berguna, pemborosan ruang, bodoh, kepala kubis yang tidak kompeten secara taktis atau apa pun," tambahnya.

"Itu terjadi sejak hari pertama. Ketika kami melakukan hasil yang baik, mereka menilai gaya sepak bolanya sampah atau saya hanya beruntung."

Perlakuan buruk yang diterima Bruce dari suporter Newcastle turut mengganggu kondisi mental keluarganya. Maka dari itu ia berniat untuk pensiun dari dunia kepelatihan.

"Saya pikir ini mungkin pekerjaan terakhir saya. Ini berdampak pada seluruh keluarga saya dan saya tidak bisa mengabaikannya," kata Bruce lagi.

Pengalaman buruk yang dirasakan Bruce bukan tidak mungkin akan dirasakan manajer anyar yang akan ditunjuk pemilik baru Newcastle. Apalagi tekanan dari suporter akan jauh lebih besar karena kini mendapat dukungan dana melimpah dari putra mahkota Arab Saudi.

Nama Antonio Conte menjadi salah satu kandidat utama yang dijagokan menjadi manajer anyar Newcastle. Opsi lain yang layak diperhitungkan adalah Paulo Fonseca, Lucien Favre, Eddie Howe hingga Steven Gerrard.