BolaSkor.com - Beruntunglah pecinta sepak bola Eropa yang telah menikmati persaingan dua pemain terbaik dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, dalam dua dekade alias 20 tahun terakhir. Bagaimana tidak, persaingan keduanya untuk menjadi yang terbaik terus meramaikan sepak bola Eropa.

Ronaldo dan Messi memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Jika Messi adalah jenius sepak bola yang dapat mendribel bola dengan talenta alamiah, serta kemampuannya menjadi playmaker tim, maka Ronaldo adalah "pembunuh berdarah dingin" jika sudah berada di area penalti lawan.

Ronaldo, 33 tahun, dalam beberapa musim terakhir menjalani transformasi peran dari seorang penyerang sayap menjadi striker sentral. Terbukti, jumlah golnya tetap terjaga sampai saat ini. Musim ini, di Liga Champions, Ronaldo sudah mencetak 15 gol dari 10 laganya bersama Real Madrid.

Berbekal catatan tersebut, Ronaldo akan coba membawa Madrid untuk melalui hadangan Bayern Munchen di semifinal dan kembali mencapai final Liga Champions, lalu, berusaha menjuarainya untuk ketiga kalinya beruntun.

Joshua Kimmich, bek Bayern, turut memerhatikan sepak terjang Ronaldo. Ia juga berpotensi berhadapan dengan Ronaldo dalam pertandingan nanti. Tanpa ragu, Kimmich menyebut Ronaldo sebagai mesin pencetak gol dan dalam hal ini, Ronaldo lebih baik dari Messi.

"Ketika berhubungan dengan kuota gol, Ronaldo memimpin (ketimbang Messi). Terutamanya dengan melihat gol-golnya di Liga Champions. Messi pemain yang sepenuhnya berbeda. Ronaldo, mungkin, lebih komplit dari segi kemampuan mereka masing-masing," tutur Kimmich, sebagaimana dilansir AS, Selasa (24/4).

"Messi lebih sebagai pendribel bola, Ronaldo pemain final (penyelesai akhir yang ulung). Saya tak bisa mengatakan (yang terbaik) di antara keduanya. Saya hanya bersyukur bisa menyaksikan keduanya," sambungnya.

Melawan Ronaldo, Kimmich meminta para pemain Bayern bermain kolektif untuk menghentikan pemain asal Portugal itu. "Pemain sekaliber Ronaldo, Anda hanya bisa menghentikannya jika bermain kolektif. Dia mesin pencetak gol yang punya kuota gol tidak masuk akal. Kami harus memastikan dia tidak bisa melanjutkan mencetak gol," urai Kimmich.