BolaSkor.com - Manchester United harus menelan kekalahan saat menjamu Wolverhampton Wanderers dalam lanjutan Premier League 2021-2022. Luke Shaw merasa timnya kehilangan sesuatu.

Tampil di Old Trafford, Selasa (4/1) dini hari WIB, Manchester United harus menyerah dengan skor tipis 0-1. Permainan tim asuhan Ralf Rangnick juga sangat mengecewakan.

Manchester United tak pernah benar-benar bisa menguasai pertandingan. Wolves yang bertindak sebagai tamu lebih banyak menciptakan peluang.

Petaka bagi Manchester United akhirnya datang pada menit ke-82. Sebuah tembakan keras Joao Moutinho dari luar kotak penalti tak mampu dihalau David De Gea.

Baca Juga:

Man United 0-1 Wolves: Aib Rangnick, Rekor 42 Tahun Berakhir

Duh, Rangnick Pun Tak Jamin Manchester United Masuk Empat Besar

Comeback Phil Jones, "Oase di Tengah Gurun" Kekalahan United di Old Trafford

Ini menjadi kekalahan perdana Manchester United di bawah asuhan Rangnick. Setan Merah juga tak beranjak dari posisi ketujuh pada klasemen sementara.

Kekalahan ini tentu membuat skuat Manchester United frustrasi. Shaw bahkan mengakui timnya tampil buruk.

"Kami benar-benar kesulitan, tidak bisa menguasai bola dan ketika kami tidak menguasai bola, kami tidak cukup agresif. Kami tidak menempatkan mereka di bawah tekanan apa pun,” kata Shaw kepada BBC Sport.

“Itu mungkin terlihat seperti pertandingan yang mudah bagi mereka. Kami tidak memiliki banyak pilihan saat menguasai bola dan kami tidak berada di depan."

Shaw tidak habis pikir dengan fakta tersebut. Secara materi pemain, Manchester United jelas jauh lebih unggul ketimbang Wolves.

Kami para pemain sudah lama di sini, saya tidak berpikir kami semua ada di sana bersama-sama. Anda melihat para pemain yang kami miliki, kami memiliki kualitas yang luar biasa tetapi terkadang kualitas tidak cukup," tambah dia.

“Kami perlu membawa intensitas dan lebih banyak motivasi. Di dalam ruang ganti, kami tahu apa yang kami inginkan, tetapi di lapangan kami harus memberikan 100 persen."

Manchester United memang seperti kehilangan motivasi dalam bermain. Hal itu diperparah dengan rasa frustrasi yang terlalu mudah muncul.

Kerja sama antar pemain juga menjadi pekerjaan rumah bagi Rangnick. Lini depan terlihat masih sering egois dalam menyelesaikan peluang dan akhirnya justru gagal berbuah gol.

Kekurangan-kekurangan yang terlihat pada laga kontra Wolverhampton menjadi ujian sesungguhnya bagi Rangnick. Ia harus membuktikan kelayakan menangani tim sebesar Manchester United.