BolaSkor.com - Kendati pertandingan telah berakhir beberapa hari lalu, hasil akhir Real Madrid dengan Juventus di leg kedua perempat final Liga Champions masih saja dibahas publik. El Real bahkan dituding sebagai pencuri kemenangan Bianconeri karena gol kontroversial di akhir laga.

Ceritanya begini, ketika Juventus mampu menyamakan agregat gol menjadi 3-3 melalui dua gol Mario Mandzukic dan Blaise Mautidi, lalu saat laga tampaknya akan dilanjutkan hingga babak tambahan dan drama adu penalti, wasit Michael Oliver memberi hadiah penalti kepada Madrid di penghujung laga.

Oliver tidak ragu menunjuk titik putih setelah melihat adanya pelanggaran Medhi Benatia kepada Lucas Vazquez. Kiper sekaligus kapten Juventus, Gianluigi Buffon, sampai lepas kontrol karena keputusan Oliver itu hingga menerima kartu merah pertamanya dalam sepanjang partisipasinya di Liga Champions.

Zinedine Zidane, pelatih Madrid, pun dicecar pertanyaan dari awak media. Ia sedianya tidak peduli dengan opini publik, namun, Zidane mengaku sangat marah ketika timnya disebut mencuri kemenangan Juventus. Tanpa ragu, Zidane menyebut mereka yang berkata demikian, sebagai orang yang sangat membenci Madrid dan iri dengan prestasi mereka di Eropa.

"Saya tidak peduli jika orang-orang memberikan opini mereka mengenai penalti. Tapi, saya marah dengan tudingan pencurian. Orang-orang iri dengan pencapaian kami. Mereka adalah orang-orang yang anti-Real Madrid," cetus Zidane, diberitakan Goal, Minggu (15/4).

"Tapi, tidak ada satupun yang mengubah sejarah dari klub terbesar di dunia. Mereka bisa berkata atau menuliskan apapun yang mereka inginkan. Ini tidak normal, segala perdebatan mengenai penalti. Terlalu berlebihan."

Giorgio Chiellini, Buffon, Pep Guardiola, dan Arturo Vidal, merupakan figur sepak bola yang mengkritisi kemenangan Madrid. Zidane pun tidak masalah dengannya. Hanya, sekali lagi, dia menegaskan ketidaksukannya dengan tudingan pencuri yang disematkan kepada Madrid.

"Semuanya dapat mempertahankan opini mereka. Tapi, Anda tak bisa berbicara mengenai perampokan. Ada obsesi negatif dengan kami. Kami tak bisa jadi yang terbaik setelah bermain di kandang Juventus dan kemudian, menjadi salah satu yang merampok mereka," urai Zidane.