BolaSkor.com - Juventus memang berhasil menjuarai Serie A 2019-2020. Namun sebuah noda mengotori kesuksesan Bianconeri meraih Scudetto kesembilan secara beruntun.

Noda yang dimaksud adalah lemahnya lini pertahanan Juventus. Hingga pekan ke-36, tim asuhan Maurizio Sarri itu telah kebobolan 38 gol.

Dibanding seluruh kontestan Serie A musim ini, lini pertahanan Juventus memang masih menempati peringkat terbaik kedua. Mereka hanya kalah dari Inter Milan yang kebobolan 36 gol.

Baca Juga:

Juventus 2-0 Sampdoria: Bianconeri Segel Juara Serie A 2019-2020

Ungkapan Hati Maurizio Sarri Usai Raih Gelar Pertama di Italia

5 Fakta Mengesankan di Balik Scudetto Juventus: Chiellini Tak Pernah Absen Peluk Trofi

Wojciech Szczesny sudah kebobolan 30 gol dari 28 laga.

Namun jika dilihat dari status Juventus sebagai peraih scudetto, mereka adalah juara dengan lini pertahanan terburuk dalam 60 tahun terakhir atau sejak musim 1960-1961. Hal ini tentu bukan catatan yang bagus.

Lini pertahanan Juventus musim ini juga yang terburuk selama mendominasi Serie A selama hampir satu dekade terakhir. Jumlah kebobolan terbanyak mereka sebelumnya hanya 30 gol pada musim 2018-2019.

Sementara pada musim 2011-2012 dan 2015-2016, Juventus hanya kebobolan 20 gol selama satu musim. Sebuah catatan yang sangat jauh jika dibandingkan musim ini.

Indikasi lain buruknya lini pertahanan Juventus adalah jumlah clean sheets yang diraih. Sejauh ini mereka baru membukukan 12 laga tanpa kebobolan yang juga merupakan catatan terburuk dalam sembilan musim terakhir.

Padahal pada awal musim ini, Juventus kedatangan dua amunisi baru di lini pertahanan yaitu Matthijs de Ligt dan Gianluigi Buffon. Namun kehadiran keduanya nampak belum mampu membuat gawang klub asal Turin itu aman.

Ada sejumlah faktor yang membuat lini pertahanan Juventus mudah ditembus musim ini. Salah satunya tentu faktor Sarri yang baru tiba di awal musim ini.

Pergantian pelatih tentu mengubah pola permainan Juventus termasuk dalam bertahan. Itu artinya para bek dan pemain di posisi lain harus beradaptasi lagi dengan skema baru sehingga wajar jika banyak membuat kesalahan.

Selain itu, rotasi kiper yang kerap dilakukan Juventus di Serie A juga memberikan dampak tak langsung. Wojciech Szczesny dan Buffon memang sempat bergantian menjadi penjaga gawang utama.

Jika dirinci, Szczesny tampil dalam 28 laga dan kebobolan 30 gol. Sementara Buffon bermain delapan kali tapi juga kebobolan delapan gol.

Kelemahan ini tentu patut dievaluasi agar tak terulang musim depan. Persaingan Serie A musim 2020-2021 diprediksi akan lebih sengit mengingat tim-tim teradisional seperti AC Milan dan Inter Milan mulai bangkit.