BolaSkor.com - Drama Liga Super Eropa tak berakhir begitu saja meski beberapa klub pendiri mengundurkan diri. Klub-klub yang tersisa tetap melanjutkan upaya agar liga baru itu berjalan dan bahkan tidak takut dengan UEFA.

Seperti diketahui keramaian Liga Super Eropa sudah bergulir bahkan sebelum Piala Eropa 2020 dimulai. Sempat tak terdengar setelah turnamen tidak berjalan, klub-klub pendiri mundur, serta mendapatkan perlawanan dari FIFA dan UEFA serta banyak orang, Liga Super Eropa kembali ramai dibahas.

Juventus, Barcelona, dan Real Madrid yang masih ada di dalamnya masih memiliki keyakinan Liga Super Eropa itu bisa berjalan dan membuat pernyataan baru di laman resmi Liga Super Eropa.

Melalui jalur pengadilan di Madrid, UEFA dilarang untuk mengambil jalur hukum melawan klub-klub pendiri. Ketiga klub itu juga menambahkan apabila UEFA memonopoli hingga pembagian keuangan dan keseimbangan sepak bola di Eropa terganggu.

Baca Juga:

UEFA Cuma Gertak Sambal: Madrid, Juventus, dan Barcelona Tetap Masuk Liga Champion

UEFA Resmi Sanksi Klub Pendiri Liga Super Eropa

Tidak Takut, Presiden Barcelona Punya Siasat Antisipasi Hukuman UEFA

Liga Super Eropa

Di pernyataan lengkap itu juga ketiga klub tersebut yakin Liga Super Eropa dapat dilaksanakan di masa depan. Sampai berita ini diturunkan UEFA belum memberikan respons. Berikut pernyataan lengkap klub-klub pendiri Liga Super Eropa terkait ancaman hukuman dari UEFA:

"FC Barcelona, Juventus, dan Real Madrid menyambut baik keputusan pengadilan hari ini yang memberlakukan dengan segera, kewajiban UEFA untuk melepaskan tindakan yang diambil terhadap semua klub pendiri Liga Super Eropa, termasuk menghentikan proses disipliner terhadap tiga klub yang menandatangani dan menghapus hukuman dan pembatasan dikenakan pada sembilan klub pendiri yang tersisa agar mereka menghindari tindakan disipliner UEFA."

"Pengadilan mendukung permintaan yang dibuat oleh promotor Liga Super Eropa, menolak banding UEFA, dan menegaskan peringatannya kepada UEFA bahwa kegagalan untuk mematuhi putusannya akan mengakibatkan denda dan potensi pertanggungjawaban pidana."

"Kasus ini akan dinilai oleh Pengadilan Eropa di Luksemburg, yang akan meninjau posisi monopoli UEFA atas sepak bola Eropa."

"Kami memiliki tugas untuk mengatasi masalah yang sangat serius yang dihadapi sepak bola: UEFA telah memantapkan dirinya sebagai satu-satunya regulator, operator eksklusif, dan pemilik unik hak kompetisi sepak bola Eropa."

"Posisi monopoli ini, dalam konflik kepentingan, merusak sepak bola dan keseimbangan kompetitifnya. Seperti yang ditunjukkan oleh banyak bukti, kontrol keuangan tidak memadai, dan mereka telah ditegakkan dengan tidak semestinya."

"Klub yang berpartisipasi dalam kompetisi Eropa memiliki hak untuk mengatur kompetisi mereka sendiri."

"Kami senang bahwa ke depan kami tidak akan lagi tunduk pada ancaman UEFA yang sedang berlangsung. Tujuan kami adalah untuk terus mengembangkan proyek Liga Super secara konstruktif dan kooperatif, selalu mengandalkan semua pemangku kepentingan sepak bola: penggemar, pemain, pelatih, klub, liga, dan asosiasi nasional dan internasional."

"Kami menyadari bahwa ada unsur-unsur proposal kami yang harus ditinjau dan, tentu saja, dapat ditingkatkan melalui dialog dan konsensus. Kami tetap yakin dalam keberhasilan proyek yang akan selalu sesuai dengan undang-undang Uni Eropa."