BolaSkor.com - Son Heung-min dianggap melakukan sebuah aksi teatrikal ala drama Korea saat Tottenham Hotspur menjamu Manchester United dalam lanjutan Premier League 2020-2021. Momen tersebut bahkan membuat manajer kedua tim yaitu Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer adu argumen.

Pada laga yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (11/4), Manchester United sukses membawa pulang tiga poin. Setan Merah menaklukkan tuan rumah dengan skor 3-1.

Tiga gol kemenangan Manchester United dicetak Fred (57'), Edinson Cavani (79') dan Mason Greenwood pada masa injury time. Namun Tottenham sebenarnya mampu mencuri gol lebih dulu melalui sontekan Son di akhir babak pertama.

Sebelum mencetak gol untuk Tottenham, Son lebih dulu berperan menggagalkan Manchester United memecah kebuntuan. Padahal Cavani mampu menjebol gawang Hugo Lloris pada menit ke-33.

Baca Juga:

Tottenham 1-3 Manchester United: Setan Merah Sukses Balas Dendam

Pencarian Bek Berlanjut, Man United Hubungi Agen Bintang Villarreal

Bikin Gol Man United Dianulir, Son Heung-min Jadi Korban Rasial

Insiden benturan Son Heung-min dan Scott McTominay

Namun wasit menganulir gol tersebut karena tangan Scott McTominay tertangkap kamera lebih dulu mendorong wajah Son pada prosesnya. Pemain berkebangsaan Korea Selatan itu memang sempat terkapar di lapangan karena insiden tersebut.

Namun Son dituding banyak pihak bersikap berlebihan. Meski jelas ada benturan, sentuhan tangan McTominay dianggap tidak terlalu keras.

Solskjaer bahkan sampai tak habis pikir dengan keputusan wasit menganulir gol tersebut. Ia juga tak ragu mengkritik aksi teatrikal Son.

"Kita tidak boleh ditipu. Saya harus mengatakan, jika anak saya terbaring selama tiga menit dan dia membutuhkan sepuluh temannya untuk membantunya berdiri, dia tidak akan mendapat makanan," kata Solskjaer kepada Sky Sports menyindir aksi Son.

Pernyataan Solskjaer itu ternyata membuat Mourinho tersinggung. Ia langsung pasang badan untuk membela salah satu pemain andalannya tersebut.

Mourinho bahkan mengaku sudah menegur Solskjaer secara langsung. Namun tidak diketahui secara pasti apa yang dibicarakan keduanya.

"Sonny sangat beruntung bahwa ayahnya adalah orang yang lebih baik daripada Ole karena ayah akan selalu memberi makan anak-anaknya, tidak peduli apa yang mereka lakukan. Saya telah memberi tahu Ole apa yang saya pikirkan tentang komentarnya tersebut," kata Mourinho.

Serangan rasial

Drama yang dilakukan Son nyatanya tidak hanya membuat Solskjaer dan Mourinho adu argumen. Sang pemain juga menjadi sasaran serangan rasial di media sosial.

Latar belakang Son sebagai pemain yang berasal dari Asia menjadi bahan serangan rasial tersebut. Tottenham sampai mengeluarkan pernyataan resmi untuk merespons fenomena ini.

Hal ini kian memperparah aksi rasisme dalam dunia sepak bola. Sebelumnya pelecehan rasial lebih akrab diterima pemain berkulit hitam.