Bolaskor.com - Maverick Vinales seperti terbangun dari tidur panjangnya pada paruh kedua MotoGP 2019. Bagaimana tidak, kini secara konsisten pembalap pabrikan Yamaha itu bisa tampil kompetitif.

Terbaru pada lomba putaran ke-18 MotoGP 2019 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Minggu lalu, Vinales sukses finis pertama sekaligus meraih kemenangan kedua musim ini.

Baca Juga:

4 Protagonis di Lomba MotoGP Malaysia Versi Carlo Pernat

MotoGP Malaysia: Vinales Asapi Marquez, Rossi Tempati Posisi Keempat

Ketika ditanya kunci sukses pembalap asal Spanyol ini, Vinales menyebut dua faktor. Adalah berkat konsistensinya terhadap basis paket motor Yamaha YZR-M1 dan juga efek positif dari kecepatan pembalap tim satelit Petronas Yamaha, Fabio Quartararo.

Tidak seperti rekan setimnya, Valentino Rossi, Vinales memang bersikukuh tidak menggunakan lengan atun serat karbon atau knalpot ganda. Belakangan, justru Rossi yang meniru langkah Vinales tidak memakai dua komponen tersebut.

"Langkah yang kami lakukan adalah menggunakan motor yang sama dan memahami bagaimana cara mengendarainya. Itulah kuncinya," kata Vinales.

Vinales juga memberikan pujian kepada Quartararo, utamanya performa sang rookie MotoGP itu pada sesi kualifikasi. Sejauh ini, Quartararo sudah meraih empat pole position atau satu lebih banyak dari pencapaian Vinales.

Secara jujur Vinales mengatakan telah menggunakan data milik Quartararo sebagai referensinya untuk meningkatkan kemampuan.

"Saya pikir jika Anda memiliki satu motor Yamaha berada di depan, ini merupakan fakta bagus. Jadi Anda bisa memahami cara mengendarai motor dengan maksimal dan mengerti agar bisa berkembang," Vinales menerangkan.

"Fabio sangat cocok dengan motor Yamaha sehingga dia bisa tampil sangat agresif. Terutama untuk satu lap, dalam beberapa hal Anda bisa belajar dan memahaminya pada setiap balapan," tambah pembalap yang kini menempati posisi tiga klasemen.

Dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Vinales berhasil finis posisi pertama dengan begitu dominan berada di posisi terdepan. Marc Marquez yang biasanya selalu bisa menempel, bahkan tertinggal jauh di urutan kedua.* (Shyanne Gunawan)