BolaSkor.com - Sepak bola Indonesia kembali berduka, salah satu putra terbaik Indonesia, Satia Bagdja harus menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Hermina, Grand Wisata, Tambun, Bekasi, Senin (3/8) pada pukul 20.45 WIB.

Banyak stakeholders sepak bola Tanah Air kehilangan sosok yang identik dengan jeggot putihnya itu. tak terkecuali para pemain Persija Jakarta. Seperti diketahui, Satia Bagdja pernah menjadi bagian dari Macan Kemayoran pada tahun 2011 dan 2015.

Kepergian sosok yang juga pernah menjabat sebagai pelatih Timnas Putri Indonesia ini meninggalkan haru bagi penggawa Persija. Pasalnya ia bukan sosok asing di Persija, Satia pernah dua kali menjadi asisten pelatih Persija kala dilatih Rahmad Darmawan.

Baca Juga:

Rahmad Darmawan Kenang Sosok Satia Bagdja sebagai Saudara

Ketum PSSI Berduka atas Wafatnya Satia Bagdja

Salah satu pemain senior Persija, Ismed Sofyan menganggap almarhum layaknya seperti bapak sendiri. Berbagai masukan didapatkan dari Satia Bagdja saat menjadi asisten pelatih Persija.

Terakhir Ismed bertemu almarhum kala mengikuti kursus kepelatihan lisensi B AFC. Saat itu Satia Bagja memberikan materi motorik untuk para peserta.

“Tentu mengejutkan mendengar kabar duka ini. Almarhum adalah sosok yang baik dan banyak sekali masukan dari almarhum. Cukup banyak memori dengan almarhum saat masih di Persija. Mendiang juga memberikan masukan dan materi yang baik saat saya mengikuti lisensi kepelatihan,” tutur Ismed.

Tidak hanya Ismed Sofyan saja, Tony Sucipto juga memiliki kenangan manis bersama Satia Bagdja. Tony pernah dilatih oleh Satia bukan hanya di Persija saja, ketika ia membela Sriwijaya FC pun Tony juga pernah merasakan kepelatihan dari Satia Bagdja.

Menurutnya Satia Bagdja merupakan sosok pelatih yang dekat dengan pemain. Bahkan tidak jarang menjadi teman bermain game untuk mengisi waktu kosong.

“Karakter almarhum adalah santai dan dekat dengan pemain. Saat tidak ada latihan menjadi teman bermain playstation di mess atau hotel. Almarhum juga selalu memberikan masukan seusai pertandingan. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi-NYA, terima kasih atas dedikasinya untuk sepak bola Indonesia,” ujar Tony.