BolaSkor.com - Winger Bali United, M Rahmat bersyukur sudah 12 tahun berprofesi sebagai pesepak bola profesional. Ada dua sosok yang berperan penting dalam kariernya, termasuk sukses mendapat panggilan Timnas Indonesia.

Rahmat merupakan pemain yang berasal dari Kabupaten Takalar. Daerah ini ditempuh satu jam dari Kota Makassar. Rahmat merupakan satu dari sedikit anak Takalar yang sukses meraih mimpi berseragam tim elit Tanah Air dan Timnas Indonesia.

Sang ayah, Syamsuddin Leo menjadi sosok pertama yang berjasa mengantarkannya sebagai pemain profesional. Berkat jasa sang ayah dirinya bisa mengikuti seleksi PSM Makassar dan memperkuat tim U-21 pada 2008.

"Bapak hanya pemain bola di kampung saja, tapi dia punya semangat, punya keyakinan, lihat dari dalam diri saya, insyallah bisa jadi pemain. Bapak semangat cari jalan supaya saya bisa ikut selesi dan Alhamdulillah sampai sepuluh tahun di PSM," terang Rahmat.

Baca Juga:

AFC Rilis Jadwal Baru Kompetisi dan Turnamen, Piala AFC Lanjut Bulan September

Respons Pelatih Bali United Stefano Cugurra jika Piala AFC 2020 Berlanjut di Vietnam

Rahmat mulai masuk tim senior PSM pada musim 2009. Perjalanan sebagai pemain tidak mulus-mulus saja. Pada tahun 2013, Rahmat semusim tak turun dalam kompetisi karena mengalami cedera lutut pada bagian kaki kirinya.

Disaat inilah sosok kedua muncul. Sosok itu merupakan pelatih PSM musim 2011-2013, Petar Segrt. Siapa sangka, pelatih asal Kroasia ini pernah berangkat ke Takalar untuk menjemput Rahmat yang sedang cedera.

"Petar Segrt merupakan pelatih favorit saya. Dia pelatih yang betul-betul berjasa sekali. Saya berhutang budi sama dia. Saat saya cedera, dia jemput saya sampai Takalar sama sopirnya. Dia bawa saya ke rumah sakit. Dia yang tanggung biaya operasinya," jelas Rahmat.

Rahmat pun bisa merasakan gelar Piala Indonesia 2019. Inilah momen terbaik yang bisa dia berikan untuk PSM Makassar. Saat tawaran dari Bali United datang, Rahmat merasa perjalanan baru sudah dimulai. (Laporan Kontributor Putra Wijaya/Bali)