BolaSkor.com - Liga Super Eropa yang sempat menghebohkan Eropa dan dunia hanya bertahan dalam kurun waktu 48 jam setelah diumumkan. Klub-klub pendiri mundur setelah adanya desakan dari fans, FIFA, dan UEFA.

Akan tapi Liga Super Eropa tak sepenuhnya hilang karena tiga klub pendiri: Real Madrid, Barcelona, dan Juventus masih bertahan serta bersikukuh tindakkan yang mereka lakukan tepat.

Tidak banyak pemain yang membicarakannya dan kapten Juventus, Giorgio Chiellini satu dari sedikitnya pemain yang berbicara mengenai Liga Super Eropa. Chiellini mendukung Liga Super Eropa dan mengaku banyak berbicara dengan Presiden Juventus, Andrea Agnelli.

Menurutnya Liga Super Eropa akan bermanfaat untuk masa depan sepak bola. Liga Super Eropa juga dapat mereformasi sepak bola Eropa dan Chiellini memberi contoh olahraga di Amerika Serikat.

Baca Juga:

Liga Super Eropa Berniat Serang Balik UEFA dan FIFA

Petualangan Juventus Mencari Gelandang Anyar

Perkara Gaji Jadi Alasan Juventus Ingin Lepas Aaron Ramsey

Giorgio Chiellini

“Saya sudah berbicara dengan Presiden (Juventus, Andrea Agnelli) selama beberapa tahun tentang ini (Liga Super Eropa),” kata Chiellini kepada DAZN Italia.

“Masa depan sepak bola semakin menuju pendekatan Eropa dibandingkan dengan liga nasional. Dengan segala hormat, pemain di level Juve ingin memainkan pertandingan itu. Atlet level kami, tetapi juga mungkin para penggemar, ingin melihat lebih banyak pertandingan level Eropa ini."

“Kami telah mencapai titik yang tak bisa lagi ditarik mundur. Institusi, klub, dan pemain harus bertemu untuk mereformasi kalender dan menciptakan kompetisi baru untuk meluncurkan kembali olahraga ini, yang tetap menjadi yang terindah di dunia, tetapi juga dapat ditingkatkan."

“Di Amerika Serikat, yang menguasai hal semacam ini, mereka menciptakan Liga Super di setiap olahraga.”

Mengubah kalender tahunan dengan potensi Liga Super Eropa juga berpotensi menambah jadwal bagi klub-klub yang terlibat, tetapi Chiellini setuju dengan pemotongan jadwa di liga domestik, termasuk dengan pengurangan tim di Serie A dari 20 menjadi 18 seperti wacana yang dituturkan FIGC.

“Ada beberapa tim Serie A yang menghalangi. Kami benar-benar harus kembali ke 16 tim, tetapi saya pikir 18 akan memungkinkan liga menjadi lebih kompetitif dan memberi ruang ekstra untuk pertandingan tingkat Eropa," imbuh Chiellini.

Terakhir, juara Piala Eropa 2020 dengan timnas Italia itu mengingatkan akan pentingnya diskusi bersama untuk membahas revolusi sepak bola.

“Bahkan jika kita romantis ingin menghapus VAR, menghapus offside atau mengembalikan umpan balik ke kiper, dunia bergerak maju dan kita tidak boleh menentang perubahan," tegas Chiellini.

“Saya pikir penting bagi kita semua untuk duduk dan mendiskusikan bagaimana meningkatkan sepak bola, karena situasinya semakin tidak berkelanjutan untuk semua orang dan para penggemar dapat mengetahuinya," urai dia.