BolaSkor.com - Timnas Indonesia mendapat dukungan penuh untuk berjuang di Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Juli-September 2019 mendatang. Dukungan itu berupa kerja sama sponsorship.

Dukuangan ini juga diberikan untuk mengembangkan Filanesia (Filosofi Sepak Bola Indonesia). Nantinya ada proses pencarian bakat dan pembinaan guna ke depannya Timnas Indonesia bisa masuk Piala Dunia jika gagal di tahun 2022.

“Mimpi bermain di Piala Dunia sudah menjadi target jangka panjang Timnas sejak lama. Selama beberapa tahun terakhir PSSI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung #IndonesiaSikatPialaDunia, seperti pelatih, pendidikan wasit, progam pengembangan pemain muda, hingga kompetisi usia dini. Dengan adanya kolaborasi bersama Clear melalui filanesia untuk mendukung progam pengembangan sepak bola Tanah Air, kami berharap ke depannya Filanesia dapat berkembang dan memberikan pemain-pemain muda berkualitas Indonesia,” kata Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria di Garuda Store Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (26/6).

Baca Juga:

Yunus Nusi: Kehilangan Ketum Sangat Berpengaruh untuk PSSI

Ratu Tisha Jelaskan Belum Ada Komunikasi Resmi dari Persib Bandung soal Tim Satelit

“Komitmen Clear terhadap kemajuan sepak bola Indonesia tidak perlu diragukan lagi. Dari tahun ke tahun, mimpi masyarakat sama, yaitu Indonesia #SikatHabisPialaDunia, yang merupakan ajang sepak bola paling bergengsi di dunia. Dengan kerja sama yang lebih besar di tahun ini bersama PSSI, kami percaya tahun ini adalah tahun yang tepat untuk sepak bola Indonesia berani bermimpi lebih tinggi dan mewujudkannya bersama-sama,” tambah Essy Prita Cinta selaku Senior Brand Manajer Clear.

Di samping itu, pemain Timnas Indonesia U-18, Rendy Juliansyah menyambut gembira kerja sama ini.

“Dengan adanya Filanesia, para pemain memiliki kurikulum yang disusun resmi oleh PSSI. Untuk mengembangkan dan mewujudkan mimpi ke Piala Dunia. Semoga dengan adanya kolaborasi ini, Filanesia dapat lebih banyak bibit-bibit berbakat, tidak hanya di kota besar, namun di daerah-daerah yang belum terpampar informasi tersebut,” ujarnya.