BolaSkor.com - Mantan direktur olahraga Napoli, Pierpaolo Marino, menilai peraturan Financial Fair Play (FFP), membuat AC Milan dan Inter Milan kesulitan kembali ke jalur juara. Marino merasa para pemilik perlu diberikan ruang untuk membantu menyuntikan dana.

Inter Milan dan AC Milan menjadi dua di antara klub yang berurusan dengan FFP. La Beneamata terlebih dahulu terpapar dengan FFP karena dianggap mengucurkan dana lebih besar dari pendapatan. Walhasil, batas pendaftaran pemain Inter Milan di kompetisi Eropa dipangkas.

Kini, hal serupa juga menghantui AC Milan. UEFA menegaskan tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran FFP yang dilakukan Il Diavolo Rosso. Ancamannya, Milan bisa tidak boleh tampil pada kompetisi Eropa.

Pierpaolo Marino menganggap FFP telah menjadi batu sandungan bagi Inter dan Milan. Menurut direktur olahraga yang pernah mendapatkan Eziquiel Lavezzi dan Marek Hamsik itu Inter dan Milan menjadi sulit bergerak di bursa transfer.

Baca juga:

Pergerakan AC Milan di Bursa Transfer Tergantung Hasil Penyelidikan FFP

Jose Mourinho Kirim Kode Bakal ke Italia

"Aturan Financial Fair Play mengarah pada hal yang aneh. Kami punya dua klub besar di Milan yang dapat kembali ke puncak, namun mereka tidak bisa melakukan apa pun," ulas Pierpaolo Marino kepada Rai Sports.

"Pemilik harus diberikan kesempatan memasukkan uang mereka di sepak bola. Ada perusahaan besar membeli klub, mereka bisa melunasi utang. Namun, mereta tetap tidak diizinkan mengucurkan uang dalam sepak bola," sambung Marino.

"Inter bisa melakukan bursa transfer yang hebat, namun tidak bisa melakukannya. Mereka menghukum kota besar dan klub besar," tegas Marino.

UEFA memang mulai kembali bergerak mencari klub yang melanggar FFP. Manchester City dan Paris Saint-Germain tang terkenal jor-joran dalam bursa transfer masuk dalam daftar investigasi.