BolaSkor.com - Beban berat berada di pundak Edin Dzeko tak lama setelah resmi pindah Inter Milan. Status sebagai pengganti Romelu Lukaku memang langsung melekat kepadanya.

Gejolak memang melanda Inter pada bursa transfer musim panas kemarin. Setelah terpaksa menjual Achraf Hakimi karena krisis finansial, Nerazzurri juga harus merelakan kepergian Lukaku.

Awalnya, Inter berniat mempertahankan Lukaku dari kejaran Chelsea. Namun La Beneamata tak bisa berbuat banyak setelah yang bersangkutan minta dilepas ke London.

Baca Juga:

Real Madrid Tantang Inter, Ancelotti: Laga Pertama yang Sulit

Inter Vs Madrid: Inzaghi Tuntut Kesempurnaan dari Il Nerazzurri

Inzaghi Geram Inter Gagal Menang meski Unggul Dua Kali

Edin Dzeko

Gerak cepat langsung ditunjukkan Inter usai kehilangan Lukaku. Salah satunya yaitu mendatangkan Dzeko secara gratis dari AS Roma.

Inter kemudian juga mendatangkan Joaquin Correa. Namun dari gaya bermain, Dzeko lebih cocok diplot sebagai pengganti Lukaku.

Hal itu pun terbukti pada tiga laga perdana Serie A 2021-2022. Dzeko selalu tampil sebagai starter di posisi ujung tombak.

Dzeko menjawab kepercayaan tersebut dengan cukup baik. Ia mampu menorehkan satu gol dan satu assist dari tiga laga.

Catatan tersebut tentu sebuah awal yang baik. Dzeko ternyata enggan ambil pusing dengan statusnya sebagai pengganti Lukaku.

“Dia (Lukaku) telah memberikan banyak hal kepada Inter dalam dua tahun terakhir. Dia memenangkan Scudetto dan telah melakukan banyak hal,” kata Dzeko kepada Amazon Prime.

“Namun saya tidak merasakan tekanan. Saya hanya memikirkan Inter dan membantu tim."

Ketenangan Dzeko tak lepas dari jam terbangnya yang sudah sangat tinggi. Sebelum membela Inter, ia pernah menjadi ujung tombak Manchester City di Inggris.

Pengalaman tersebut tentu membantu Dzeko menghadapi tekanan. Apalagi ia juga punya naluri gol yang tinggi pada masa keemasan dalam kariernya.

“Saya melihat banyak kepercayaan dalam diri saya dan bahwa Inter tahu dan berpikir bahwa saya masih bisa memberi banyak. Saya bertemu Steven Zhang beberapa tahun lalu di Milan dan dia bertanya apakah saya bisa bermain untuk Inter," tambahnya.

“Tahun lalu, saya melihatnya setelah pertandingan melawan Inter dan mereka sudah menjadi juara Italia. Saya mengucapkan selamat kepadanya dan dia mengatakan kepada saya bahwa saya bisa memenangkan Scudetto.”