BolaSkor.com - Masa depan Edinson Cavani di Manchester United semakin tidak jelas. Penyerang berkebangsaan Uruguay itu dikabarkan membuat kecewa manajemen Setan Merah.

Cavani diboyong Manchester United secara gratis pada hari terakhir bursa transfer musim panas lalu. Ia menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan opsi perpanjangan.

Ekspektasi tinggi mengiringi kedatangan Cavani. Apalagi mantan penyerang Paris Saint-Germain (PSG) itu mendapat kehormatan menggunakan jersey bernomor punggung tujuh yang keramat.

Baca Juga:

Sakit Hati Pernah Diskors, Edinson Cavani Bakal Tinggalkan MU

Paul Pogba Ungkap Seberapa Spesial Edinson Cavani untuk Manchester United

Penyerang MU Nilai Premier League Tak Lebih Baik dari Ligue 1

Edinson Cavani dan Ole Gunnar Solskjaer

Cavani menjawab hal itu dengan sejumlah gol krusial. Total ia sudah tujuh kali membobol gawang lawan dari 25 penampilan.

Hubungan Cavani dan Manchester United kemudian memanas dalam sepakan terakhir. Hal itu tak lepas dari komentar kontroversial yang dikeluarkan ayah sang pemain.

Ayah Cavani, Luis, menyatakan anaknya tidak bahagia di Inggris setelah terseret kasus rasisme. Ia berharap pemain bertubuh jangkung itu melanjutkan kariernya di Amerika Latin sehingga lebih dekat dengan keluarga.

Namun bukan hal itu yang membuat petinggi Manchester United kecewa. Mereka juga tak menjadikan komentar ayah Cavani sebagai bahan pertimbangan dalam proses perpanjangan kontrak.

Kubu Manchester United lebih kecewa karena Cavani lebih banyak absen pada musim ini. Pemain berusia 34 tahun itu mengalami masalah dengan kebugarannya.

Dilansir dari Manchester Evening News, staf pelatih Manchester United frustrasi dengan kondisi yang dialami Cavani. Hal ini secara tak langsung juga mempersulit langkah klub untuk bersaing meraih gelar juara.

Hal inilah yang membuat Manchester United ragu untuk mengaktifkan opsi perpanjangan kontrak kepada Cavani. Performanya dianggap tak sepadan dengan besaran nilai gaji

Lirik penyerang lain

Sebagai gantinya, Manchester United mulai membidik penyerang lain untuk memperkuat lini depannya. Nama Harry Kane dan Erling Haaland berada di tempat teratas dalam daftar target incaran.

Masalahnya, Manchester United harus mengeluarkan dana yang tak sedikit untuk menggaet Kane atau Haaland. Hal itu kurang realistis karena kekuatan finansial mereka terganggu selama masa pandemi ini.

Hal tersebut membuat Cavani masih punya peluang untuk dipertahankan. Ia setidaknya punya waktu sampai akhir musim ini untuk membuktikan kualitas terbaiknya.