BolaSkor.com - Pandemi virus corona tidak hanya mengganggu jadwal kompetisi di Eropa. Virus ini juga membuat klub-klub terancam mengalami krisis finansial.

Hal ini tentu akan memicu revolusi besar-besaran terkait bursa transfer. Harga pemain yang dalam beberapa musim terakhir melambung diprediksi akan menurun drastis.

Seluruh klub kemungkinan akan fokus untuk menyeimbangkan neraca keuangannya terlebih dahulu dibanding memburu pemain bintang.

Direktur olah raga Juventus, Fabio Paratici menyadari akan ancaman ini, Ia pun memberikan gagasan agar mekanisme transfer pemain untuk sementara dimodifikasi seperti yang diterapkan NBA.

"Akan ada banyak pertukaran, sebuah situasi yang akan membuat sepak bola mirip dengan NBA," kata Paratici kepada TuttoSport.

Baca Juga:

Juventus Memasukkan Paulo Dybala dalam Proposal Datangkan Paul Pogba

Virus Corona Belum Reda, Penggawa Juventus Sepakat 4 Bulan Dipotong Gaji

Bukan Lautaro Martinez, Neymar Lebih Ideal untuk Direkrut Barcelona

Sistem transfer yang diadopsi NBA memang cukup berbeda dengan sepak bola. Kompetisi ini tidak menganut jual beli melainkan pertukaran pemain.

Biasanya, pemain yang berstatus bintang akan ditukar dengan lebih dari satu pemain. Salah satu contohnya adalah ketika LA Lakers mengorbankan Lonzo Ball, Brandon Ingram, dan Josh Hart demi mendapatkan Anthony Davis.

"Kemungkinan juga beberapa klub, contohnya di Jerman, bisa mendapatkan manfaat dari situasi krisis secara keseluruhan karena mereka memiliki perekonomian yang lebih solid ketimbang yang lain," sambungnya.

Neymar masih memegang rekor sebagai pemain dengan nilai transfer termahal di dunia.

Tentu tidak mudah untuk menerapkan hal yang sama di sepak bola.Yang patut diketahui, sistem seperti NBA dapat berjalan karena mereka menerapkan sistem salary cap.

FIFA sendiri berencana mengubah sistem transfer pemain untuk mengantisipasi efek dari pandemi virus corona ini. Salah satu idenya adalah memperpanjang bursa transfer hngga akhir tahun.