BolaSkor.com - Pengalaman tak terlupakan dirasakan pemain muda berbakat Indonesia, Egy Maulana Vikri, saat kebijakan lockdown pandemi Virus Corona (COVID-19) di Polandia. Ia hampir ditangkap polisi setempat karena diduga melanggar lockdown.

Penyebaran Virus Corona merajalela ke Benua Eropa pada awal Februari 2020. Mayoritas negara-negara Eropa mengeluarkan kebijakan lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Tak kecuali Polandia.

Polandia menerapkan kebijakan lockdown sejak Maret lalu. Dalam satu bulan terakhir, kebijakan lockdown dilonggarkan. Masyarakat Polandia juga telah menjalani aktivitas normal, namun harus ikuti protokol kesehatan, yakni menggunakan masker dan jaga jarak.

Baca Juga:

Egy Maulana Vikri Sebut Perbedaan dan Persamaan Kultur Sepak Bola Polandia dengan Indonesia

Gaji Staf Pelatih Timnas Indonesia Telat Bayar, PSSI Beri Alasan

"Jadi walaupun ada lockdown, (pelatih) memberi program ke masing-masing pemain dan harus dijalankan. Saya ada latihan lari. Pada saat saya lari karena situasi lockdwon jadi benar-benar sepi dan tak ada orang. Di situ saya bertemu polisi dan hampir ditangkap mereka," kata Egy dalam bincang bersama Menpora Zainudin Amali di live Instagram @Kemenpora, Minggu (10/5).

"'Ini lockdown kamu ngapain lari?' tanya polisi itu. Lalu saya bilang, 'oke ini terakhir kali saya lari di sini'. Ini kamu terakhir kali lari di sini, jika kamu masih lari di sini saya akan tangkap kamu'."

"Sekarang semua orang sudah normal dan menjalani aktivitas masing-masing. Hanya saja masih harus menggunakan masker," tutupnya.

Egy Maulana Vikri sudah menjalani karier bersama Lechia Gdansk sejak 8 Juli 2018. Pemain binaan SKO Ragunan ini lebih sering membela Lechia Gdnask II. Ia hanya beberapa kali memperkuat Lechia Gdansk Senior.

Meski begitu, ini merupakan langkah awal atau proses Egy Maulana Vikri untuk berkembang menitih karier di kancah sepak bola Eropa.