BolaSkor.com - Mantan presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz, meninggal dunia setelah terjangkit virus corona atau COVID-19. Sanz adalah satu di antara presiden dengan cerita manis dalam perjalanan Los Blancos.

Lorenzo Sanz menjadi satu di antara pasien virus corona di Spanyol. Ia dirawat di rumah sakit selama beberapa hari karena demam dan dinyatakan terinfeksi virus corona.

Lorenzo Sanz pun meninggal dunia pada 21 Maret 2020 waktu setempat. Ia tidak bisa bertahan melawan virus corona karena satu di antara penyebabnya adalah telah berusia 76 tahun.

Baca Juga:

Sepak Bola Terhenti karena Virus Corona, Klub Swiss Putus Kontrak 9 Pemain

Penundaan Premier League Resmi Diperpanjang hingga 30 April

Kabur dari Karantina, Luka Jovic Dimarahi Perdana Menteri Serbia

Lorenzo Sanz

Marca melaporkan, Sanz adalah satu di antara presiden tersukses dalam sejarah Real Madrid. Ia mulai menjadi orang nomor satu di Madrid pada 1995 setelah beberapa tahun sebelumnya menjabat sebagai direktur pada era Mendoza.

Sanz menunjuk Fabio Capello sebeagai pelatih Real Madrid. Untuk urusan pemain, nama-nama yang didatangkan Sanz adalah Davor Suker, Predrag Mijatovis, Roberto Carlos, dan Clarence Seedorf. Tak lama berselang atau lebih tepatnya musim 1997-1998, Los Merengues meraih titel Liga Champions.

Selain itu, pada era Sanz, Real Madrid juga meraih kesuksesan pada level domestik. Namun, sang presiden membuat keputusan berani dengan mengadakan pemungutan suara untuk memilih presiden klub berikutnya. Ketika itu, keputusan diambil karena Real Madrid menghadapi masalah kelembagaan.

Keputusan tersebut menjadi senjata makan tuan untuk Sanz. Ia dinyatakan terpaut 3.167 suara dari Florentino Perez yang akhirnya terpilih sebagai presiden pada Juli 2000.

Sanz mencoba kembali menjadi presiden Real Madrid pada pemungutan suara 2004. Sayangnya, kesuksesan Perez membawa Real Madrid meraih banyak gelar membuat upaya Sanz gagal. Meski demikian, Perez dan Sanz diketahui memiliki hubungan baik.

Real Madrid telah mengeluarkan pernyataan resmi dengan nada belasungkawa. "Hari ini, Real Madrid berduka atas kehilangan seorang presiden yang mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk Real Madrid," terang Madrid.

"Mengingat keadaan saat ini, Real Madrid akan membayar apa yang ia layak terima sesegera mungkin," sambung pernyataan El Real.