BolaSkor.com - Mantan kapten Real Madrid, Iker Casillas, mengungkapkan El Clasico 2011 seperti perang sipil. Casillas menganggap laga itu seperti perang antara Catalunya dengan Spanyol.

El Clasico merupakan laga yang mempertemukan antara dua kesebelasan top Spanyol, Real Madrid dan Barcelona. Tensi pertandingan kerap tinggi karena rivalitas kedua klub.

Pada 2011, laga El Clasico terjadi empat kali dalam satu bulan. Real Madrid dan Barcelona bersua pada LaLiga, final Copa del Rey, dan dua leg Liga Champions.

Rupanya, pertandingan tersebut membekas dalam diri Iker Casillas. Eks penggawa timnas Spanyol itu menilai tensi pertandingan semakin ketat karena kedua tim saling bertemu.

Apalagi, sejumlah politisi memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan propaganda. Iker Casillas pun merasa tidak suka dengan pemanfaatan tersebut.

"El Clasico 2011 berjalan sangat gila dan terdapat tensi tinggi dari kedua belah pihak. Saya tidak suka dengan situasi saat itu," ujar Iker Casillas kepada Movistar+.

"Saat itu, terdapat empat pertandingan Real Madrid melawan Barcelona. Saya merasa seperti berada pada perang politik antara Spanyol melawan Catalunya."

"Saya hanya pendukung Real Madrid yang ingin klub saya menang seumur hidup. Saya tidak suka dengan sikap para ekstrimis," lanjut Iker Casillas.

Iker Casillas merupakan lulusan akademi sepak bola Real Madrid. Pria berusia 37 tahun tersebut memperkuat Los Merengues pada periode 1998 hingga 2015.