BolaSkor.com - Masa-masa sulit kembali menghampiri Sriwijaya FC. Setelah ditinggalkan gerbong pemain pilarnya di pertengahan musim, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu juga mengalami krisis pemain.

Pada pekan ke-25 Liga 1 melawan Bhayangkara FC di Stadion PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (12/10), Sriwijaya FC hanya membawa 15 pemain. Sebelas bermain, empat lainnya duduk di bangku cadangan.

Sriwijaya FC kehilangan delapan, yang akhirnya menjadi tujuh pemain, kala menantang Bhayangkara FC dengan berbagai penyebab. Empat membela Timnas Indonesia dan U-19, lainnya cedera dan menjalani akumulasi kartu.

Empat pemain yang dipanggil negara ialah Alberto 'Beto' Goncalves, Zulfiandi (Timnas Indonesoa), Syahrian Abimanyu, dan Samuel Christianson (Timnas U-19). Dua nama pertama plus Esteban Vizcarra telah memperkuat Timnas Indonesia dalam uji coba melawan Myanmar pada 10 Oktober lalu, atau dua hari sebelum Sriwijaya FC melawan Bhayangkara FC.

Sehari berikutnya, Vizcarra dikembalikan ke klubnya setelah Sriwijaya FC mengirim surat ke PSSI untuk meminjam ketiga pemainnya di Timnas Indonesia. Lalu, permintaan tersebut hanya berbuah satu pemain yang dikabulkan.

Bermodalkan 15 pemain tersisa, Sriwijaya FC tak memberikan perlawanan berarti kala berjumpa Bhayangkara FC. Laskar Wong Kito takluk 0-2.

Laskar Wong Kito kini berada di peringkat ke-15 dengan 30 poin dari 25 partai. Armada Subangkit hanya terpaut dua angka dari jurang degradasi.

Merasa dirugikan, Manajer Sriwijaya FC bicara blak-blakan terkait tingkah PSSI memanggil para pemainnya. Caranya dinilai kurang bijak, bahkan sampai melempar ancaman.

PSSI meyanggah. Pemanggilan pemain ke Timnas Indonesia dianggap telah melewati prosedur yang benar. Klub wajib melepas pemain apalagi untuk kalender resmi FIFA.

Ucok makin geram. Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan tidak habis pikir dengan pola pikir PSSI.

Yang membuat Ucok semakin heran adalah, kompetisi masih terus berjalan saat Timnas Indonesia bertanding. Bukan hanya saat FIFA Matchday, namun juga kala Piala AFF 2018 digelar pada bulan depan.

"Ya retorikanya begitu, coba ditanyakan ke mereka (PSSI) jika jadwal Timnas (Indonesia) dan Liga (1) berbarengan, apakah pemain yang dipinjam (Timnas Indonesia) tidak boleh ikut membantu klub? Dan masalah jadwal, kenapa tidak PSSI yang duduk bersama dengan (operator kompetisi) Liga 1 untuk menyelesaikan masalah ini," buka Ucok ketika dihubungi BolaSkor.com, Sabtu (13/10).

Jika kompetisi tetap digulirkan saat Timnas Indonesia bertanding, klub yang akan merugi. Ucok menilai, sistem ini salah. Jika Sriwijaya FC terdegradasi lantaran pemain pilarnya dicomot Timnas Indonesia, Ucok menantang PSSI untuk memasang badan.

"Dan apakah PSSI juga memikirkan, jika terjadi degradasi terhadap klub karena semua pemain intinya diambil mereka," ujar Ucok.

"Dan tanyakam ke mereka, PSSI, apakah ada surat dari klub, khususnya Sriwijaya FC, soal penyerahan pemain dari klub ke PSSI, untuk selanjutnya menjadi tanggung jawab dan wewenang PSSI untuk pembinaannya? Tidak ada ini," kata Ucok.

Ucok berbicara terbuka terkait borok PSSI bukan tanpa penyebab. Samuel Christianson yang mengalami cedera saat membela Timnas U-19 melawan Arab Saudi U-19 pada 10 Oktober lalu, biaya pengobatannya ditanggung Sriwijaya FC.

"Dan jika ada cedera, atau cacat tetap pemain akibat pertandingan yang dikelola PSSI, terhadap pemain ini jadi tanggung jawab siapa?" tutur Ucok.