BolaSkor.com - Tahun ini, PSSI akan melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk bisa menentukan ketua umum (Ketum) baru untuk periode 2019-2023. Pemilihan tersebut akan dilakukan pada 2 November 2019 mendatang.

Semula muncul 11 nama yang maju untuk mencalonkan diri. Namun karena tidak memenuhi syarat, Komite Pemilihan (KP) PSSI akhirnya mengerucutkan nama calon Ketua Umum menjadi delapan nama. Tiga nama tidak lolos, tapi masih bisa mengajukan banding.

Nampaknya pemilihan orang nomor satu di PSSI ini juga diamati oleh pelatih Timnas Indonesia U-19, Fakhri Husaini. Bahkan ia memiliki harapan tersendiri untuk ketua PSSI yang baru nanti.

Baca Juga:

8 Calon Ketum dan 13 Waketum PSSI yang Lolos Verifikasi untuk Sementara

Ada Calon Waketum dan Exco PSSI Tak Bisa Banding, Komite Pemilihan Beberkan Penyebabnya

Timnas Indonesia U-16
Timnas Indonesia U-16 bukti hasil dari EPA Liga 1 U-16. (PSSI)

Fakhri Husaini melihat saat ini banyak program PSSI yang sudah berjalan cukup bagus. Ada Elite Pro Academy (EPA), yang merupakan kompetisi berjenjang dari PSSI. Ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh kepengurusan PSSI yang bagus untuk para pelatih Timnas Indonesia usia muda.

Satu lagi yang tidak boleh dikesampingkan adalah PSSI berhasil menggelar Liga 1 Putri, yang dimana pada tahun-tahun sebelumnya hanya sekedar wacana. Tapi pada kepengurusan yang sekarang hal ini bisa terjadi.

"Saya berharap kompetisi yang dibangun oleh pengurus sekarang Elite Pro, ini bisa dilanjutkan oleh siapapun nanti yang akan menjadi ketua umum PSSI. Berhentilah berpikir bahwa program yang bagus itu hanya program ketika pengurus itu menjabat saja," kata Fakhri Husaini kepada BolaSkor.com.

"Kalau menurut saya ini langkah awal yang bagus ya ketika klub-klub elite pro, dipaksa dalam tanda petik untuk punya youth development."

"Sekarang setiap tim liga punya Elite Pro Academy, 16, 18, bahkan 20. Nah ini harus dipertahankan dan dilanjutkan untuk dikepengurusan berikutnya. Karena ini salah satu sumber-sumber pemain, bagi siapapun pelatih yang akan menjadi pelatih Timnas Indonesia usia muda nanti," tambahnya.

Timnas Indonesia U-19
Timnas Indonesia U-19 (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

Memang tidak bisa dipungkiri, EPA memang menjadi salah satu wadah Fakhri Husaini untuk mencari pemain Timnas Indonesia U-19. Bahkan ada beberapa pemain Timnas Inodnesia U-19 yang sekarang berhasil membawa timnya meraih gelar juara.

Jadi jika memang EPA tidak berjalan lagi akan sulit untuk para pelatih timnas usia muda bisa mencari bibit pemain muda. Karena tidak mudah untuk menyaring pemain berbakat jika bukan dari kompetisi yang berjenjang.

Baca Juga:

Fakhri Husaini Sudah Mulai Cari Tahu Kekuatan Lawan Timnas Indonesia U-19 di Kualifikasi Piala Asia U-19

Fakhri Husaini Sebut Korea Utara sebagai Lawan Terberat di Kualifikasi Piala Asia U-19

Timnas Indonesia U-19
Timnas Indonesia U-19 (BolaSkor.com/Hadi Febriansyah)

Kendati demikian, ada hal yang harus diperbaiki oleh EPA ini. Menurut Fakhri Husaini jadwal pertandingan yang terlalu menguras tenaga. Selain itu format pertandingan yang lebih diperbaiki lagi karena Indonesia merupakan negara kepulauan yang luas.

"Hanya saja memang tetap harus dievaluasi, apakah format pertandingan nya, karena negara kita ini kan terlalu besar. Tidak mudah untuk membuat kompetisi yang ideal," uangkap Fakhri.

"Termasuk juga tidak terlalu membebani klub dengan jalan panjang home dan away. Itukan menguras anggaran klub juga, kemudian anak-anak yg bermain di Elite Pro kan sekolah, kan pemain usia 16 tahun masih pelahar jyga. Artinya harus memperhatikan aspek edukasi mereka, seperti itu," tutup mantan pemain Timnas Indonesia era 1990-an itu.