BolaSkor.com - Kehilangan penjaga gawang Satria Tama tak membuat Persebaya Surabaya risau. Mereka masih memiliki dua kiper muda yang turut mempersembahkan gelar juara Elite Pro Academy Liga 1 U-20 2019 lalu. Ernando Ari Sutaryadi dan Andhika Ramadhani dipercaya mengisi daftar susunan pemain pada beberapa laga awal Persebaya di Liga 1 2021/2022.

Nama Ernando dikenal sebagai kiper jebolan timnas Indonesia U-16 yang pernah merasakan juara Piala AFF tahun 2018 lalu. Sementara Andhika merupakan produk dari kompetisi internal Persebaya. Keduanya juga turut meraih gelar juara bersama Bajol Ijo Cilik di ajang EPA U-20 pada 2019 lalu.

Nando, sapaan Ernando, mengaku siap jika diturunkan pada laga perdana Persebaya yang kabarnya dihelat pada 4 September mendatang. Penjaga gawang 19 tahun tersebut percaya diri menghadapi Borneo FC.

Baca Juga:

Pemerintah Apresiasi Tiga Laga Awal Liga 1 2021/2022 Berjalan Lancar

Arema FC Resmi Umumkan Perekrutan Sergio Silva

"Siap tidak siap ya harus siap pastinya. Walaupun Mas (Satria) Tama cedera, tapi dia masih kasih support saya dan membagi ilmu-ilmunya untuk siap menghadapi Liga 1 nanti," katanya.

Kiper kelahiran Semarang tersebut bertekad memberikan penampilan terbaik bersama tim kebanggaan Bonek ini. Maklum, Liga 1 musim ini menjadi kompetisi perdananya sebagai pemain profesional.

"Ingin (hasil pertandingan) yang terbaik. Dan saya juga berharap bisa (memberikan) penampilan yang bagus, dan ingin memberikan hasil positif untuk tim ini," tegasnya.

Sementara itu, pelatih kiper Persebaya Benyamin Van Breukelen menegaskan percaya dengan kemampuan ketiga anak asuhnya. Dia mengatakan telah mempersiapkan para penjaga gawang sejak bergabung dengan Persebaya.

"Saya rasa dari awal kami sudah persiapkan para kiper dengan cukup matang, sudah fix untuk kompetisi. Saya dengan keyakinan yang selama ini kami miliki, tiga penjaga gawang yang kita latih, saya yakin mereka dapat tampil maksimal jika dipercaya turun," tuturnya.

Pelatih yang kerap disapa Benny tersebut menilai Nando dan Andhika memiliki mental juara. Menurutnya, hal itu menjadi modal berharga untuk mengarungi kompetisi profesional pertama mereka.

"Itu dapat membuat dia percaya diri main di level senior. Ernando, misalnya, sudah biasa menghadapi pertandingan. Walaupun itu sebelum kompetisi yang senior, tapi dia sudah malang melintang di pertandingan," pungkas mantan kiper Niac Mitra Surabaya ini. (Laporan Kontributor Keyzie Zahir/Surabaya)