BolaSkor.com - Ketua Bidang Humas dan Komunikasi PBESI, Ashadi Ang mengaku perkembangan olahraga Esports sudah mulai merata di hampir semua daerah. Esports tidak lagi hanya dinikmati masyarakat perkotaan saja.

Hingga kini, masih ada beberapa pihak yang menilai Esports merupakan cabang olahraga elit. Pasalnya tidak semua daerah bisa menyelenggarakan turnamen Esports bergensi.

Wajar saja, faktor aksesibilitas menjadi kendala utama yang kerap dialami. Terbatasnya teknologi membuat Esports sulit berkembang secara merata.

Namun, Ashadi menilai hal tersebut dapat di atasi dengan melibatkan stakeholder. Melalui cara ini Esport dapat dikenal lebih luas hingga sampai pelosok tanah air.

“Esport ini perkembangannya luar biasa di saat Pandemik ini. Biasanya Esport diidentikkan dengan mobile atau kota besar. Kami ingin menggandeng para stakeholder agar bisa merata,” ucap Ashadi saat konferensi pers, Jumat (19/11).

Baca Juga:

IFeL Liga 1: Persik Kediri Putus Kerja Sama dengan Sang Player

IFeL Liga 1: Terlibat Pengaturan Skor, Persik dan Madura United Harus Ganti Player

Terbukti dengan kehadiran Esport di PON Papua XX lalu. Meskipun hanya sebatas kompetisi eksibisi, Esport sukses digelar dengan sempurna. Bahkan animo masyarakat terhadap kehadiran Esport di PON Papua XX sangat tinggi.

“Kemarin kita sukses mengadakan PON di wilayah paling Timur Indonesia. Ini menjadi bukti keberhasilan,” ungkap Ashadi.

Terlebih lagi PBESI memiliki wacana untuk memasukkan Esports ke dalam sekolah. Ashadi yakin melalui cara ini ekosistem Esports di tanah air akan semakin besar.

“Jadi kita dari PBESI punya agenda besar mengenalkan Esports sejak dini. Tujuannya untuk ke depannya. Kita akan bekerjasama dengan kemendikbud agar tidak tersentralisasi di Pulau Jawa. Tahun depan juga kita berencana mengadakan Liga 1, Liga 2, dan Liga amatir,” tutur Ashadi.

“Tahun depan Indonesia juga akan menjadi tuan rumah kejuaraan dunia Esport 2022. Kita ingin ada kerjasamadengan berbagai stakeholder,” tambahnya.

Penulis: Bintang Rahmat