BolaSkor.com - Finalis Piala Dunia 2014, timnas Argentina, lolos dari 'lubang jarum' penyisihan Grup D Piala Dunia 2018. Albiceleste menang dramatis 2-1 kontra Nigeria di laga terakhir grup berkat gol dari Lionel Messi dan Marcus Rojo, yang diperkecil tendangan penalti Victor Moses.

Pada pertandingan tersebut, Argentina bermain lebih baik ketimbang saat melawan Islandia dan Kroasia, meski pertahanan mereka masih mengkhawatirkan dan cenderung panik ketika menahan serangan lawan. Kali ini, taktik yang diterapkan Jorge Sampaoli berjalan baik.

Gagal ketika bermain dengan formasi 4-2-3-1 dan 3-4-3, Argentina membaik dengan taktik 4-4-2 saat melawan Nigeria. Mereka bermain lebih segar dengan menerapkan pressing tinggi ketika lawan menguasai bola dan berada di fase bertahan. Argentina juga mendominasi penguasaan bola karena memainkan Javier Mascherano, Enzo Perez, dan Ever Banega, bersamaan.

Argentina mendominasi penguasaan bola sebanyak 67 persen berbanding 33 persen Nigeria, mereka juga melepaskan delapan tendangan dan empat di antaranya tepat sasaran. Entah apa yang terjadi dalam skuat Argentina, mereka sepenuhnya berbeda dibanding saat melawan Islandia dan Kroasia.

Membaik secara kolektif, fans Argentina juga bahagia melihat idola mereka, Messi, mencatatkan namanya di papan skor untuk kali pertama di Piala Dunia 2018. Ketika Messi bermain baik dan mengangkat performa timnya, maka keseluruhan skuat Argentina juga bermain baik.

Messi tetap menjadi tumpuan Argentina untuk bertahan selama mungkin di Piala Dunia 2018. Namun, kunci permainan Argentina bukanlah megabintang Barcelona itu, melainkan Ever Banega. Gelandang berusia 29 tahun menjadi metronom permainan Argentina saat melawan Nigeria.

Dimuat Sky Sports (27/6), Banega menjadi pemain yang paling banyak memberikan operan kunci sebanyak tiga kali pada laga Argentina vs Nigeria, diikuti Messi (dua), Gabriel Mercado dan Rojo yang sama-sama memberikan satu operan kunci.

"Seorang pemain seperti Banega, pengumpan yang hebat, memberikan Messi kesempatan bergerak di area pertahanan lawan," ucap Sampaoli mengomentari performa Banega. Dengan visinya, Banega memberikan assist terukur kepada Messi yang berlari di antara bek Nigeria dan membobol gawang mereka.

Mantan pemain Valencia dan Inter Milan itu sedianya juga bermain melawan Islandia. Tapi, peran Banega tidak terlihat karena dia ditempatkan lebih bertahan dalam taktik 4-2-3-1 - perannya tidak begitu terlihat. Kontra Nigeria, Banega lebih bebas mengembangkan permainannya dan 'dilindungi' oleh Mascherano dan Perez.

"Dia (Banega) mendikte tempo pertandingan, memberikan assists, mengatur permainan dari dalam (sepertiga pertahanan) dan mengatur jalannya pertandingan," kata Amedeo Carboni, mantan Direktur Olahraga Valencia, soal Banega di masa lalu.

Di 16 besar Piala Dunia 2018, Argentina akan bertemu pemuncak klasemen grup F, Prancis - lawan yang lebih berat ketimbang Nigeria. Fans Argentina tentu berharap Banega bermain baik dalam mengatur tempo bermain dan menyuplai bola matang kepada Messi.