BolaSkor.com - Saat tiba di Tottenham Hotspur, Jose Mourinho berjanji akan membantu Harry Kane meledak. Janji yang terlihat sudah menjadi kenyataan.

Di era Mourinho, Harry Kane bertransformasi menjadi salah satu pemain paling lengkap di Premier League saat ini. Kane tidak lagi hanya menjadi mesin gol, dia juga kreator sekaligus konduktor Spurs.

Baca Juga:

Pemain Paling Sering Dilanggar di Premier League 2020-2021

Harry Kane Tinggal Tunggu Waktu buat Pecahkan Rekor Wayne Rooney

Tottenham 2-0 Arsenal: The Lilywhites ke Puncak Klasemen Premier League


Kane Underdog

Menjadi yang tersisihkan bukanlah barang asing bagi Kane. Dia ditolak masuk akademi Arsenal saat belia. Saat pertama kali gabung Tottenham Hotspur, tidak ada yang memprediksi Kane akan sukses. Jangankan menjadi bintang dan kapten, tembus tim utama saja tidak ada yang berani bertaruh.

Bahkan saat sukses mencetak 21 gol di Premier League musim 2014-15, Kane malah disebut sebagai one-season wonder, kejaiban yang cuma datang semusim. Lalu apa reaksi Kane? Dia kembali meraih gelar Golden Boots, dua musim beruntun. Di musim 2017-18, Kane mengoleksi 30 gol, catatan terbaik dalam semusim sepanjang karier profesionalnya.

Rintangan cedera yang mendera kemudian tidak menghentikan Kane. Kemudian datang Mourinho. Awalnya banyak yang berpendapat keduanya tidak akan cocok. Terlebih Kane dinilai sudah lewat masa puncak setelah sang bintang mulai sulit mencetak lebih dari 20 gol.

Musim 2020-21, Kane kembali dihadapkan dengan perubahan. Di saat banyak pihak yang memprediksi Kane akan hancur di bawah rezim Mourinho, kenyataan berkata sebaliknya. Kane mencuat dengan fungsi barunya.


Kane Berevolusi

Meskipun acap disebut sebagai pemain yang cuma bisa mendorong bola ke dalam gawang, Harry Kane terbukti selalu berhasil menjadi efektif jauh dari area penalti. Dia mencetak setidaknya dua kali dari luar kotak di di tiap musimnya.

Saat ini, pekerjaan terbaik Kane datang dari luar kotak penalti. Bahkan Kane tercatat hanya 10 persen sentuhan Kane yang terjadi di dalam kotak penalti pada musim ini, persentase terendah sepanjang kariernya.

Semua itu karena peran baru yang diciptakan Mourinho bagi sang kapten. Peran di mana Kane dapat mendikte transisi serangan cepat Tottenham daripada membiarkan serangan berkembang di belakangnya.

Melihat posisi Kane mengambil bola dalam 28 pertandingan liga pertamanya untuk Mourinho bisa menggambarkan bagaimana keterlibatannya secara bertahap bergeser menjauh dari kotak penalti.

Bahkan jika dibandingkan dengan 28 pertandingan liga terakhirnya bersama Mauricio Pochettino, data dari statsperform menunjukkan Kane saat ini lebih mendominasi seluruh lapangan. Itulah pentingnya peran Kane dalam semua elemen gelombang serangan Tottenham di bawah Mourinho.

Musim ini Kane ditugaskan menjadi kepala orkestra Spurs. Sepuluh assist jadi bukti betapa kreativitas Kane meningkat. Menariknya, meski mengadopsi peran yang lebih kreatif, Kane sebagai pencetak gol tidak mereda.

Dengan Mourinho yang mengandalkan serangan balik, khususnya di pertandingan besar, sebagian besar serangan Tottenham berasal dari turnover lawan dan peran ganda yang dibawa Kane. Terlihat dalam kemenangan 2-0 atas Manchester City, Kane membuat Reben Dias dan Aymeric Laporte pusing dengan berulang kali menyeret pasangan bek itu keluar dari posisi dan memanipulasi keputusan mereka setiap kali penguasaan bola beralih. Hal serupa terjadi di laga melawan Arsenal.


Kane Sang Kreator

Kecepatan Tottenham dalam transisi hanya bisa disamai oleh Leeds-nya Marcelo Bielsa, yang merupakan satu-satunya tim yang mengeksekusi serangan direct sebanyak Spurs di musim 2020-21. Serangan langsung terdiri dari urutan permainan terbuka yang dimulai tepat di area sendiri dengan setidaknya 50 persen pergerakan menuju gawang lawan, yang diakhiri dengan tembakan atau sentuhan di kotak penalti lawan.

Serangan langsung tersebut menjadikan Kane pelayan akurat dengan assistnya. Tidak hanya itu, lewat transisi, Kane menjadi pembuat peluang dengan tingkat kesuksesan tertinggi dalam timnya. Rata-rata, peluang yang diciptakan Kane berubah menjadi gol, sekali setiap 2,3 peluang yang dia ciptakan.


Kane Raja Derby London

Kane kembali menyumbang satu dari dua gol Tottenham ke gawang Arsenal dalam derby London Utara. Meskipun tampil dalam sebagian kecil dari sejarah panjang, Kane sudah mengakar di dalamnya.

Kane kini tercatat dalam buku sejarah sebagai pencetak gol terbanyak dalam derby London Utara dengan 11 gol. Dia melewati rekor 10 gol milik Emmanuel Adebayor, Bobby Smith, serta delapan gol Robert Pires dan Alan Sunderland.