BolaSkor.com - Derby Manchester edisi kedua musim ini akan tersaji di Stadion Old Trafford, Kamis (25/4) dini hari WIB. Pertarungan yang digaransi bakal sengit mengingat pentingnya hasil bagi kedua kubu.

Pada pertemuan pertama musim ini, Manchester City keluar sebagai pemenang. City unggul 3-1 di Stadion Etihad, 11 November 2018 lalu. Kini, meski sebagai tamu, City kembali dijagokan sebagai pemenang.

Yang namanya derby, duel dua klub Kota Manchester memang selalu berjalan sengit. Rivalitas keduanya juga sudah sangat mengental sejak lama. Namun tak dimungkiri, rivalitas meruncing dalam beberapa tahun belakangan dan Kamis nanti bisa dikatakan yang paling panas.

Wayne Rooney
Wayne Rooney (zimbio)

Meski sama-sama memiliki sejarah panjang, City terbilang penguasa baru Kota Manchester. Musim lalu, pasukan Pep Guardiola menjadi kampiun dengan rekor raihan 100 poin. Sedangkan United adalah penguasa yang mendominasi era Premier League, dengan 13 titel juara di masa Sir Alex Ferguson.

Melihat ke belakang, evolusi rivalitas Manchester United dan Manchester City amat terasa di era Premier League. Terutama dari sisi berwarna biru. Perlahan tapi pasti, Si Biru mulai mengambil alih tetangga Merah.

Man United merupakan klub paling sukses di Inggris sepanjang era Premier League. Mereka sudah 13 kali menjadi juara dari 26 musim Premier League yang sudah berlangsung.

Pada saat meraih gelar juara Premier League kelima pada 1998-99, Setan Merah berada di puncak dunia. Tim asuhan Fergie itu mencatat sejarah dengan meraih tiga trofi sekaligus alias treble. Lalu di mana City saat itu?

Pada periode yang sama, Si Biru sedang sibuk bertarung melawan klub macam Lincoln City dan Wrexham di kasta ketiga sepak bola Inggris. Butuh sekitar satu dekade dan melawati masa peralihan sulit City mulai menggeliat. Sempat tertunda pada era kepemilikan Thaksin Shinawatra, kebangkitan City akhirnya dimulai dengan masuknya Abu Dhabi Group pada 2008. Pada saat yang sama, United sukses membawa pulang trofi Liga Champions.

Tidak ada yang menyangkal, kebangkitan City tak lepas dari kekuatan finansial di belakang mereka. Sepanjang era Premier League, City tercatat sudah mengeluarkan dana sekitar 300 juta poundsterling lebih banyak daripada United. Bahkan dalam tujuh dari sepuluh musim terakhir, City jauh mengalahkan United dalam hal pengeluaran.

Pep Guardiola

City mulai tak lagi sekadar 'tetangga yang comel'. Sebaliknya, cengkeraman dominasi Manchester United mulai mengendur. Hingga akhirnya pada 2012, City mengecap rasanya menjadi kampiun Premier League.

Pergeseran dominasi makin terasa saat City mendatangkan Pep Guardiola, sementara United masih kesulitan mendapatkan pengganti Sir Alex Ferguson.

Sebagai gambaran, musim lalu Manchester United mencatat raihan poin dan peringkat terbaik selepas era Ferguson. Meski begitu, United masih tertinggal 19 poin dari sang tetangga.