BolaSkor.com - Gelombang kecewa terdengar dari para pendukung Arsenal di Kota London. Mereka memprotes kebijakan pemilik klub, Stan Kroenke, yang dianggap tak serius.

Stan Kroenke ingin memiliki Arsenal sejak 2000. Namun, baru empat tahun berselang, Kroenke telah menjadi pemegang saham terbesar The Gunners, setelah membeli secara perlahan.

Bersama Stan Kroenke, Arsenal memiliki cara pemasaran yang berbeda dengan klub-klub Inggris lain seperti Manchester United, Chelsea, Liverpool. The Gunners tidak suka melakukan tur pramusim terlalu jauh.

Para pendukung Arsenal sempat khawatir klub kesayangannya akan jatuh ke dalam lembah utang di bawah kendali Stan Kroenke. Namun, hal itu tidak terjadi karena Kroenke memang mengerti cara mengelola klub olahraga.

Baca Juga:

Arsenal Punya Solusi Selesaikan Masalah Laurent Koscielny

Arsenal Lakukan Segala Upaya untuk Depak Mesut Ozil

Stan Kroenke

Sayangnya prestasi tak kunjung datang karena pebisnis berusia 71 tahun tersebut enggan berinventasi lebih untuk Arsenal. Stan Kroenke memiliki kebijakan membeli pemain murah, lalu menjualnya.

Hasilnya, fans pun merasa tidak puas dengan kepemimpinan Stan Kroenke. Kini, mereka melancarkan aksi demo di depan markas Arsenal, Emirates Stadium.

Mereka menilai, cara memimpin Stan Kroenke seperti investasi kendaraan. Para penggemar Arsenal merasa dimarjinalisasi oleh kepemimpinan pengusaha asal Amerika Serikat tersebut.

"Sebagai pendukung Arsenal, kami merasa frustrasi dengan penampilan klub dalam satu dekade terakhir. Ketika Stan Kroenke membeli Arsenal, kami lolos ke final Liga Champions," kata para pendukung Arsenal.

"Kini, kami harus bermain di Liga Europa selama tiga musim beruntun. Kami merasa sedih dengan apa yang dilakukan Stan Kroenke, dia tidak mengapresiasi klub. Segalanya harus berubah."

"Kami merasa Arsenal berada di persimpangan jalan. Para penggemar ingin melihat aksi Stan Kroenke untuk mengembalikan kejayaan klub," lanjut tuntutan tersebut.