BolaSkor.com - Timnas Spanyol dihadapkan dengan sebuah masalah besar menjelang Piala Dunia 2018. Berselang sehari dari dimulainya Piala Dunia, Spanyol mengalami pergantian pelatih dari Julen Lopetegui ke Fernando Hierro.

Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengambil sikap tegas, menyusul pengumuman mendadak Real Madrid, yang menunjuk Lopetegui sebagai suksesor Zinedine Zidane per musim 2018/19 atau setelah Piala Dunia berakhir. RFEF kecewa dengan timing pengumuman Madrid. Mereka pun tidak ingin mengambil risiko dan memecat Lopetegui.

Tidak peduli dengan fakta bahwasanya Spanyol tidak pernah kalah dalam 20 laga beruntun, sejak Lopetegui melatih La Furia Roja pada tahun 2016, RFEF tetap mengambil sikap tegas. Kini, tekanan besar sepenuhnya dirasakan oleh Hierro.

Legenda Madrid tidak punya banyak waktu mempersiapkan Spanyol agar bisa memahami filosofi sepak bolanya. Pun demikian skuat Spanyol yang dituntut beradaptasi cepat memahami keinginan bermain Hierro.

Tekanan seyogyanya bukan hal yang baru bagi Hierro. Saat masih bermain di Madrid pada medio 1989-2003, Hierro sudah terbiasa dengan tekanan dari fans dan juga petinggi klub untuk selalu tampil baik.

Pemilihan Hierro memang dadakan. Kendati demikian, perjudian yang dilakukan RFEF bisa saja berbuah sukses, karena Hierro juga memiliki aura kepelatihan dan karisma seperti halnya Zidane. Keduanya pernah dua tahun bermain bersama di Madrid. Singkatnya: Hierro bisa jadi Zidane-nya timnas Spanyol.

Kekhawatiran terbesar sudah pasti muncul dari minimnya pengalaman melatih Hierro. Sebelum melatih Spanyol, Hierro hanya pernah menjabat sebagai asisten pelatih Madrid pada musim 2014/15 dan melatih Oviedo di musim 2016/17. Namun, Zidane pun juga demikian ketika mulai melatih Madrid pada tahun 2016 silam. Dua tahun melatih Madrid, reputasinya sudah berbicara banyak dengan raihan tiga titel Liga Champions beruntun.

Hierro juga pernah sukses bersama Madrid meraih enam titel La Liga dan tiga Liga Champions. Dia juga yang terbaik dengan peran bermainnya sebagai bek tengah atau gelandang bertahan. Sam Allardyce, pelatih yang pernah merekrutnya ke Bolton Wanderers pada tahun 2004, juga mengakui kelas bermain Hierro.

"Dia (Hierro) sungguh berkelas dunia. Saya cukup beruntung pernah bekerja dengannya. Dia berkelas dunia dan sangat hebat pada musim, ketika kami (Bolton) finish di urutan enam (Premier League) dan bermain di Eropa. Dia punya kemampuan serba bisa dengan kualitas top," ucap Allardyce, diberitakan Dailymail, Kamis (14/6).

Soal karakter Hierro, tidak perlu diragukan lagi. Hierro bermental baja. Pada tahun 2003 dia memimpin pemberontakkan di ruang ganti Madrid untuk melayangkan protes kepada petinggi klub, yang ingin memecat Vicente Del Bosque, meski dia baru saja memenangi La Liga.

Apakah Hierro mewakili Madrid di timnas Spanyol? Tidak perlu khawatir. Hierro mendapat respek dari seluruh pihak, tidak terkecuali para pemain Barcelona yang kerap memiliki hubungan panas dengan Madrid pada laga bertajuk El Clasico.

Hierro memang memiliki karisma ala Zidane di Spanyol. Bagaimana kiprah Spanyol nantinya, bisa dilihat pada laga pembuka grup B Piala Dunia 2018 melawan Portugal yang berlangsung Sabtu, 16 Juni 2018 pukul 01.00 dini hari WIB.