BolaSkor.com - Fernando Torres untuk kali ketiga kembali pulang ke Atletico Madrid. Kali ini ia akan menjalankan peran sebagai pelatih akademi.

Hubungan Torres dan Atletico telah mengalami pasang surut. Ia sempat menjadi idola suporter Los Rojiblancos saat memecahkan rekor sebagai kapten termuda (19 tahun) pada musim 2003-2004.

Latar belakang Torres sebagai produk asli akademi Atletico membuatnya semakin dicintai suporter. Apalagi ia menjadi tumpuan dalam mencetak gol.

Baca Juga:

5 Pemain yang Pernah Membela Atletico Madrid dan Chelsea

Nostalgia - Gol Perdana Fernando Torres dan Inspirasi Captain Tsubasa

5 Comeback Pemain Bintang ke Klub yang Membesarkan Namanya

Fernando Torres

Namun Torres membuat para suporter Atletico marah dan sakit hati karena menerima pinangan Liverpool pada musim panas 2007. Ia dianggap tak memiliki loyalitas dan mata duitan.

Torres kemudian memutuskan pulang ke Atletico pada musim dingin 2015. Ia dipinjamkan oleh AC Milan yang baru mempermanenkan statusnya dari Chelsea.

Torres yang sudah memasuki masa penghujung karier tetap bertahan di Atletico hingga 2018. Saat semua pihak menganggap sang penyerang akan pensiun, El Nino justru melanjutkan kariernya ke Jepang bersama Sagan Tosu hingga pensiun satu tahun berselang.

Dua tahun setelah gantung sepatu, Torres untuk kedua kalinya kembali pulang ke Atletico. Ia ditunjuk menjadi staf pelatih Atletico B pada Januari 2021.

Namun masa bakti Torres pada periode ketiganya di atletico berlangsung sangat singkat. Ia meminta izin untuk pergi sebulan berselang karena alasan pribadi.

Awalnya, Torres hanya izin selama satu bulan. Sayangnya, ia tak kunjung kembali hingga musim 2020-2021 berakhir sehingga statusnya menjadi tak jelas.

Atletico akhirnya memberi kepastian terkait status Torres. Sang legenda kembali pulang dengan mengemban tugas berbeda.

Torres kini resmi ditunjuk sebagai pelatih salah satu tim junior Atletico yang bernama Juvenil A. Tim ini merupakan skuat U-19 atau satu level di bawah tim B.

Menangani tim junior menjadi batu loncatan dalam karier kepelatihan Torres. Ini memang sebuah kewajiban yang harus dipenuhi untuk mendapatkan lisensi UEFA Pro.

Jika sudah memiliki lisensi UEFA Pro, Torres punya kesempatan untuk menangani tim senior. Bukan tidak mungkin dirinya menjadi penerus Diego Simeone.