BolaSkor.com - Pelatih Pelita Jaya, Fictor Roring, menyimpan rasa kecurigaan kepada pemain asing Stapac Jakarta, Kendal Yancy. Secara kasat mata, tinggi badan Yancy jelas melebihi pemain asing lain dengan postur 188 cm.

Hal itu dilihat pelatih yang akrab disapa Ito saat Pelita Jaya berhadapan dengan Stapac Jakarta pada seri ketujuh IBL 2018/2019 di GOR Bima Sakti, Malang, Minggu (10/2). Saat bersebelahan dengan pemain Pelita Jaya, Carlton Hurst, Kendal tampak lebih tinggi.

Kecurigaan ini sudah lama dirasakan Ito sejak Kendal datang menggantikan Jordin Mayes. Pelita Jaya saat ini sudah mengajukan surat permohonan agar IBL melakukan pengecekan tinggi badan ulang.

Baca Juga:

Mono Vampire Sukses Balas Dendam ke CLS Knights Indonesia

Takluk dari Pacific, Peluang Bogor Siliwangi ke Playoff Hampir Tertutup

"Kami sudah curiga dari lama memang, tetapi kan kami pandangan mata saja. Kan jadi susah memastikannya," ujar Ito.

"Kebetulan, pemain asing saya ada yang tingginya 188 cm. kemudian ketika dia berdiri di sebelah Yancy, itu tingginya kalah jauh. Yancy lebih tinggi. kami acuannya dari pemain kami saja yang 188 cm," sambungnya.

Permintaan pengukuran tinggi badan ulang dari Pelita Jaya bertepatan dengan masalah yang dialami HangTuah dengan IBL. Pihak liga melarang Bryquis Perine tampil karena dianggap memiliki tinggi badan lebih dari 188 cm.

Padahal, HangTuah memilih Perine berdasarkan daftar yang diberikan IBL. Ito mengakui masalah tersebut merupakan faktor Pelita Jaya meminta Kendal diukur ulang tinggi badannya.

"Liga harus membereskan masalah ini. masalahnya, di daftar IBL draft itu pemain impor tingginya 188, tapi kenyataan setelah dia datang ternyata lebih. Agak aneh memang aturannya. Mau tidak mau kami harus tetap mengikuti aturan mereka. Sebenarnya seperti yang saya bilang tadi, secara kasat mata juga sudah bisa dilihat," ujar Ito.*