Jenewa- Presiden FIFA, Sepp Blatter bisa disebut sebagai sosok yang kerap mengeluarkan komentar-komentar yang sifatnya kontroversial. Setelah komentarnya tentang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo,kali ini Blatter mengeluarkan ide untuk menggelar Piala Dunia 2022 pada waktu musim dingin, atau sekitar bulan November hingga Desember. "Kami akan mulai berkonsultasi untuk menggelar Piala Dunia 2022 di musim dingin. Bulan November dan Desember nampak lebih cocok ketimbang bulan Januari dan Februari. Kami akan berkonsultasi mengenai hal ini dengan para pihak yang terlibat,seperti klub-klub sepakbola, penyelenggara liga domestik, federasi sepakbola negara,dan tentunya para pemain" jelas mantan presiden UEFA ini. Komentar ini tentunya, akan mengundang reaksi keras dari negara-negara Eropa, karena jelas mengganggu kalender liga domestik mereka, yang rata-rata mulai bulan Agustus-September hingga bulan Mei-Juni. Ide ini muncul akibat kesepakatan negara-negara Eropa yang menilai, jika Piala Dunia 2022 digelar pada musim panas (bulan Juni dan bulan Juli), adalah sebuah hal yang tergolong gila mengingat iklim Qatar sebagai negara Timur Tengah, yang memiliki temperatur suhu lebih tinggi ketimbang negara-negara Eropa. Qatar sebagai tuan rumah, sebenarnya sudah memiliki jalan tengah atas situasi ini. Negara yang terkenal sebagai penghasil minyak bumi mentah, ini berencana akan membangun stadion-stadion baru yang dilengkapi dengan pendingin ruangan di stadion dengan sistem pendingin yang ramah lingkungan.