BolaSkor.com - Panggung telah disiapkan UEFA di Parc Olympique Lyonnais untuk menyambut final Liga Europa, antara Olympique Marseille dengan Atletico Madrid. Ini bukan final ideal, tapi tetap patut dinanti karena berpotensi berlangsung seru.

Atletico yang jadi favorit juara pernah menjuarai Liga Europa di tahun 2010 dan 2012. Sedangkan Marseille, belum sekalipun menjuarainya.

Akan tetapi, mereka memiliki keunggulan laga final yang berlangsung di Prancis. Marseille jelas akan mendapatkan dukungan dari warga Prancis yang akan jadi "pemain ke-12", kendati bermain di markas rival bebuyutan di Ligue 1.

Menjelang pertandingan tersebut, satu sosok yang akan mendapatkan sorotan besar adalah Antoine Griezmann. Dia sudah mencetak 27 gol dan memberi 15 assist di seluruh kompetisi dari total 47 laga. Griezmann juga asli kelahiran Prancis dan lahir tidak jauh dari Lyon.

Sosok pemain berusia 27 tahun itu jelas jadi perhatian ekstra bagi Marseille. Dua kompatriotnya, Dimitri Payet dan Steve Mandanda, sudah terlebih dahulu bersuara mengenai potensi ancaman dari Griezmann.

"Grizou, dia faktor plus dalam tim Atletico. Dia bisa mengubah pertandingan di momen apapun dari sebuah pertandingan. Kami tak boleh melepaskan perhatian kepadanya untuk sedetik saja," ucap Payet, sebagaimana diwartakan ESPN, Rabu (16/5).

"Griezmann salah satu penyerang terbaik di dunia dan dia mampu melakukan apapun. Tapi, ada juga Diego Costa, Kevin (Gameiro), dan Fernando Torres, yang juga dapat bermain di beberapa poin. Laga nanti akan sulit," timpal Mandanda.

Lebih lanjut Rudi Garcia, pelatih Marseille, juga menambahkan akan bahaya yang dapat diberikan Atletico asuhan Diego Simeone. Atletico punya pertahanan yang kuat dan serangan balik yang efektif.

"Mereka tim yang sangat solid dan memiliki rekor pertahanan terbaik di Spanyol, tapi, mereka juga berbahaya saat menyerang. Jika kami punya kemiripan dengan mereka, maka itu karena kami berdua dipenuhi karakter," tambah Garcia.

"Kami sangat respek untuk Atletico, klub Spanyol yang hebat. Mereka lebih berpengalaman ketimbang kami, tapi bagus juga untuk kami, pemenang nanti cuma ditentukan di satu laga. Ini artinya segalanya mungkin terjadi," urainya.