BolaSkor.com - Satu hari yang berpotensi membuka mata semua dunia terhadap sepak bola Italia. Beberapa tahun lalu Serie A pernah dicoreng skandal pengaturan skor Calciopoli yang berujung hukuman degradasi Juventus.

Kemudian beberapa tahun terakhir, seakan tidak ada yang bisa menandingi kekuatan Juventus dari sisi teknis sampai finansial. Kesimpulannya, Serie A membosankan.

Baca Juga:

Tekuk Juventus Tiga Gol Tanpa Balas, Atalanta Samai Torehan Real Madrid dan Barcelona

7 Potensi Transfer yang Dapat Terjadi di Tenggat Waktu Bursa Transfer Musim Dingin

Federico Chiesa
Federico Chiesa (Zimbio)

Namun dalam satu hari, sepak bola Italia berpotensi menunjukkan kebangkitan seperti tahun 1990-an sampai awal 2000-an. Hari tersebut terjadi pada Rabu, 31 Januari di perempat final Coppa Italia.

Secara fantastis, Fiorentina bisa mempermalukan tim spesialis papan atas, AS Roma dengan skor menjanjikan: 7-1. Itu merupakan jumlah kebobolan terbesar yang dirasakan I Giallorossi sejak kandas dari Bayern Muenchen tahun 2014 lalu.

Beberapa jam berikutnya setelah pertandingan ini, Atalanta juga secara mengejutkan mengalahkan tim yang begitu dominan di Serie A maupun Coppa Italia beberapa tahun terakhir, Juventus dengan skor 3-0.

Fiorentina dan Atalanta seperti menjadi simbol kebangkitan sepak bola Italia. Ya hal seperti ini sulit dan hampir mustahil terjadi beberapa tahun terakhir.

Tapi faktanya, baik Fiorentina maupun Atalanta mengalahkan Roma dan Juventus karena memang layak meraihnya. Lantaran kedua tim tersebut dibekali skuat yang mumpuni.

Seperti Fiorentina. Bagaimana seorang bocah berusia 21 tahun, Federico Chiesa membuat bek kelas dunia milik Roma seperti Kostas Manolas dan Aleksandr Kolarov bermain layaknya pesepak bola yang masih hijau.

Skuat asuhan Stefano Pioli terbilang punya kekuatan merata di semua lini. Lini depan paling menakutkan. Karena Chiesa didukung pemain sekaliber Luis Muriel dan Kevin Mirallas. Di bangku cadangan, mereka bahkan masih punya Giovanni Simeone.

(Klik Halaman Berikutnya)