BolaSkor.com - Gelandang AC Milan Franck Kessie dirumorkan pergi ke klub lain menyusul minimnya prestasi klub dan ketertarikan klub-klub lain. Meski begitu menurut agennya, George Atangana, Kessie akan bertahan di Milan.

Direkrut dari Atalanta pada 2017 dengan status pinjaman - dan permanen pada 2019 - Kessie telah menjadi pemain andalan di lini tengah Il Rossoneri. Selain enerjik dan dapat menjaga kekuatan di tengah, Kessie juga memiliki kemampuan teknik bagus.

Musim ini Kessie telah bermain 25 kali di seluruh kompetisi dengan catatan satu gol dan dua assists sebelum liga dihentikan karena pandemi virus corona.

Kessie tidak sepi peminat. Setidaknya ada tiga klub Eropa yang mengincarnya seperti Arsenal, West Ham United, dan Wolverhampton Wanderers. Banderol pemain berpaspor Pantai Gading itu mencapai 30-35 juta euro.

Baca Juga:

Dilema Donnarumma, Antara Kesetiaan dan Ambisi Pribadi

Ibrahimovic Beri Isyarat Tinggalkan Milan Akhir Musim Ini

Kaka Dinilai Bisa Jadi Pelatih Hebat AC Milan

Franck Kessie

Namun agen Kessie, George Atangana membantah rumor tersebut. Kessie akan menjadi bagian proyek jangka panjang Milan yang tengah mencoba bangkit untuk jadi tim top di Eropa dan Italia.

“Saya ingat bahwa kami bergabung dengan Milan ketika dia (dianggap) pertaruhan, kami melakukannya karena ini adalah klub yang selalu berarti bagi kami," ucap George Atangana kepada Calciomercato.

"Sekarang ada proyek yang sedang dikembangkan dan untuk alasan ini, sekarang membuat saya berpikir bahwa masa depan juga bisa merah dan hitam."

"Kami berada di salah satu klub paling penting di dunia, yang tentu saja tidak mengalami momen kemegahan terbesar, tetapi yang berniat untuk menghidupkan kembali dirinya sendiri," ujar Atangana menekankan.

Milan juga telah menginstruksikan para pemainnya kembali ke Italia dan mulai berlatih dengan mengikuti protokol virus corona. Tapi Kessie masih terjebak di Pantai Gading karena lockdown.

"Pantai Gading telah menutup perbatasannya dan karena alasan ini, tidak mudah untuk membawanya kembali (ke Italia). Franck berlatih setiap hari untuk siap dan juga mencoba membuat dirinya berguna dari sudut pandang sosial," tambah Atangana.

"Dia mengirim makanan untuk keluarga dalam kesulitan dan memberikan masker dan disinfektan," pungkas dia.