BolaSkor.com - Pada tanggal 14 Juni 2001, Chelsea resmi memboyong Frank Lampard dari West Ham United dengan biaya 11 juta poundsterling. Manajemen The Blues mungkin tidak pernah membayangkan betapa besar dampak dari keputusan ini.

Keraguan memang sempat mengiringi kedatangan Lampard di Stamford Bridge. Nilai transfernya merupakan salah satu yang terbesar saat itu.

Apalagi pandangan miring sempat mewarnai kiprah Lampard bersama West Ham. Hal itu tak lepas dari keberadaan ayahnya dan sang paman, Harry Redknapp di kursi manajer.

Lampard mampu menjawab tudingan miring tersebut dengan penampilan maksimal di lapangan. Pemain asli London itu membukukan 32 gol dan dan 20 assist dari 172 pertandingan bersama West Ham.

Baca Juga:

Frank Lampard Sadar Tak Bisa Bahagiakan Semua Pemain Chelsea

Rahasia Duet Lampard-Cech di Balik Keberhasilan Chelsea Datangkan Timo Werner

Wayne Rooney Ingin Paul Pogba Mencontoh Frank Lampard

Hal itu juga yang akhirnya membuat Chelsea tertarik mendatangkannya. Lampard dianggap bisa menjadi penerus para gelandang senior seperti Roberto Di Matteo, Gustavo Poyet, hingga Slavisa Jokanovic yang segera memasuki masa pensiun.

Tak butuh waktu lama bagi Lampard untuk merebut tempat utama di skuat Chelsea asuhan Claudio Ranieri. Pada musim perdana, ia hanya absen satu kali di ajang Premier League dan mencetak lima gol serta dua assist.

Kontribusi Lampard terus meningkat di musim-musim berikutnya. Namun ia masih gagal mempersembahkaan trofi untuk Chelsea.

Lampard mulai berjodoh dengan trofi sejak Jose Mourinho datang pada musim panas 2004. Bersama manajer berkebangsaan Portugal itu, berbagai gelar bergengsi mulai didapatkan.

Pada musim perdana Mourinho menjabat, Chelsea langsung merebut gelar Premier League. Lampard menjadi aktor kunci kesuksesan tersebut lewat kontribusi 13 gol dan 18 assist-nya.

Lampard juga dinobatkan sebagai pemain terbaik Premier League musim tersebut. Sejak saat itu, kemampuannya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia mulai diakui.

Lampard total membela Chelsea selama 13 musim dan mempersembahkan 13 gelar. Hampir semua trofi bergengsi termasuk Liga Champions berhasil diraihnya.

Dari sisi individu, Lampard juga menjelma menjadi salah satu gelandang tersubur di dunia. Ia bahkan berstatus sebagai top skorer sepanjang masa Chelsea dengan torehan 210 gol.

Catatan tersebut tentu luar biasa bagi seorang gelandang. Normalnya, rekor pencetak gol terbanyak milikn para penyerang.

Seorang Sir Alex Ferguson bahkan sampai iri dengan apa yang diperlihatkan Lampard bersama Chelsea. Menurutnya, gelandang yang bisa mencetak lebih dari 200 gol sudah pasti memiliki kemampuan istimewa.

Sayang, kisah Lampard dan Chelsea berakhir tragis. Sang pemain dilepas secara gratis pada musim panas 2014 karena performanya dianggap sudah menurun.

Mendapat perlakuan seperti itu tak membuat Lampard dendam kepada Chelsea. Terbukti, ia terlihat sangat emosional saat membobol gawang mantan klubnya tersebut kala berseragam Manchester City pada September 2014.

Musim ini, Lampard kembali ke Stamford Bridge dengan peran berbeda. Ia dipercaya menjadi manajer Chelsea menggantikan Maurizio Sarri.

Tantangan besar langsung dihadapi Lampard pada musim perdananya. Ia tidak bisa membeli pemain karena Chelsea tengah dihukum.

Namun bukan Lampard namanya jika menyerah dengan keadaan. Bermodal pemain-pemain muda dan skuat peninggalan Sarri, ia masih bisa membawa Chelsea bersaing di empat besar.