BolaSkor.com - Keputusan Barcelona menggaet Frenkie de Jong disambut dengan pro dan kontra. Di satu sisi, De Jong dikatakan sebagai sosok yang tepat dan dibutuhkan lini tengah Barcelona.

Namun di sisi lain, Barca dipertanyakan mengapa seakan semakin melupakan jebolan akademi sendiri. Tidak cuma itu, dengan masuknya De Jong, membuat stok pemain tengah Barcelona semakin ramai.

Sebenarnya apa yang dilakukan Barcelona? Untuk menjawab pertanyaan ini, sepertinya harus mundur ke belakang, tepatnya 2014.

Baca Juga:

Korban Kedatangan Frenkie de Jong di Barcelona

10 Fakta Menarik Mengenai Rekrutan Anyar Barcelona, Frenkie de Jong

Frenkie de Jong
Frenkie de Jong

Pada sembilan tahun silam Barcelona berusaha mencari sosok pengganti seorang Xavi Hernandez. Namun, Blaugrana kesulitan. Konsekuensi gagal menemukan pemain dengan DNA Barcelona diyakini akan menyakiti mereka, cepat atau lambat.

Dalam usaha mencari pengganti Xavi, Barca mendatangkan Denis Suarez dan Andre Gomes. Namun, kenyataannya kedua pemain Spanyol itu gagal memberikan pengaruh.

Barcelona kemudian mendatangkan mantan pemain Tottenham Hotspur dari Guangzhou, China, Paulinho. Namun jelas, tujuan perekrutan Paulinho hanyalah untuk menambal lubang dalam jangka pendek.

Pada 2018, Arthur dibeli dari Gremio, Brasil. Selain itu, Barcelona mulai memupuk pemain-pemain muda Barcelona B seperti Carles Alena, Riqui Puig, dan Oriol Busquets.

Namun, hingga saat ini Barcelona masih terus berburu pemain yang diproyeksikan bakal menjadi roh lini tengah. Benarkah?

Saat ini, Barcelona masih tampak baik-baik saja sepeninggal Xavi dan Andres Iniesta. Karenanya, langkah yang dilakukan Barca dengan mendatangkan Frenkie de Jong musim depan bisa dianggap salah satu cara mereka mengantisipasi masa depan.

Carles Alena
Carles Alena (twitter/barcauniversal)

Arthur, Alena, De Jong, Busquets, dan Puig, semua pemain muda yang berusia di bawah 22 tahun. Sekilas, Barcelona sudah memiliki stok pemain tengah untuk paling tidak sepuluh tahun ke depan. Dengan catatan, jika semua berjalan dengan mulus.

Selain usia, ada benang merah lain dari para pemain muda tersebut. Yaitu, mereka bisa bermain di lebih dari satu posisi. Dalam dua atau tiga tahun ke depan, kombinasi pemain muda ini dan senior berstatus bintang akan membuat lini tengah Barcelona solid dan menakutkan.

De Jong yang saat bersama Ajax Amsterdam memainkan beberapa peran dinilai akan menjadi sentral. Tidak sedikit yang memproyeksikan De Jong di posisi Sergio Busquets. Di posisi gelandang bertahan, De Jong memiliki nilai plus dalam mengalirkan bola dan membangun serangan dari bawah.

Tapi, di sisi lain De Jong tidak setangguh Sergio dalam hal bertahan. Namun tentu itu bisa dibenahi seiring waktu.

Selain posisi gelandang bertahan, De Jong punya kemampuan menempati kedua sisi lapangan di lini tengah. Beberapa pihak bahkan cenderung menilai De Jong akan gemilang di posisi yang biasa ditempati Iniesta ini.

Oriol Busquets
Oriol Busquets (marca)

Sedangkan untuk posisi gelandang bertahan akan diserahkan kepada Oriol Busquets, yang memang digadang-gadang memiliki gaya yang persis sama dengan Sergio Busquets.

Berikut beberapa opsi kombinasi yang bisa digunakan oleh Barcelona di lini tengah dengan para pemain muda, jika diasumsikan Barca memainkan tiga pemain tengah.

1. Alena (RCM), De Jong (CDM), Arthur (LCM)
2. Alena, Oriol Busquets, De Jong
3. De Jong, Oriol Busquets, Arthur
4. Puig, De Jong, Arthur
5. Alena, De Jong, Arthur, dengan Puig sebagai “false nine”
6. Kombinasi lain
- Puig, Oriol Busquets, De Jong
- Alena, Oriol Busquets, Puig
- De Jong, Oriol Busquets, Arthur, plus Puig sebagai “false nine” dan Alena di sayap kanan.

Ya, kombinasi di atas, Barcelona memiliki banyak opsi. Dengan kata lain, saat ini mereka tinggal mematangkan pola permainan dengan para pemain muda ini sebagai aktor utama. Jika berhasil, bukan mustahil Barca akan kembali dominan seperti masa keemasan Xavi dan Iniesta.