BolaSkor.com - Dalam sejarahnya, ajang Piala Dunia bisa mengubah nasib seorang pemain. Tak sedikit pemain yang sebelumnya tak dikenal terangkat pamornya pada gelaran ini. Hal inilah yang dialami Denis Cheryshev.

Denis Cheryshev bisa dibilang bukan siapa-siapa dalam timnas Rusia. Namun sekarang dia adalah bintang yang melesat tinggi berkat torehan tiga golnya di Piala Dunia 2018 ini. Padahal Cheryshev sejatinya diplot sebagai pemain penghangat bangku cadangan. Dia baru dimainkan saat pemain andalan Rusia Alan Dzagoev cedera di laga pertama.

Sebelum turnamen, Cheryshev hanya bermain 33 menit di bawah pelatih Rusia saat ini dan belum pernah menjadi starter di timnas Rusia sejak 2015.

"Puji syukur saya bisa mencetak tiga gol dalam dua pertandingan, tetapi tujuan saya hanya untuk membantu tim," kata Cheryshev, yang bermain untuk Villarreal ini.

"Jika pemain lain mencetak gol, saya juga akan senang untuk mereka," lanjut pemain yang sekarang mendapat predikat Super-sub ini.

Cheryshev adalah salah satu dari dua pemain dalam skuat Rusia yang bermain untuk klub luar negeri. Satu pemain lainnya adalah kiper ketiga Vladimir Gabulov. Selama ini sepertinya pelatih timnas lebih sering mengabakannya.

Banyak yang mengira situasi ini karena dia dibesarkan di luar sistem Rusia. Cheryshev memang dibesarkan di Spanyol bersama akademi Real Madrid, di mana ayahnya adalah pelatih tim muda.

Selain itu, serangkaian cedera juga menghambat perjalanan kariernya. Tak hanya itu, permainnya sebagai pemain sayap stylish dianggap tidak cocok dengan gaya bertenaga Rusia. Semua inilah yang membuatnya sering diabaikan timnas Rusia.

Saat akhirnya berhasil masuk skuat Piala Dunia di negeri sendiri, Cheryshev tidak diharapkan untuk tampil pada pertandingan pertama, dan pada kenyataannya memang tidak.

Namun cedera hamstring Alan Dzagoev pada menit ke-24 pertandingan pembuka melawan Arab Saudi membgubah segalanya. Cheryshev hanya butuh 19 menit untuk mencetak gol dan kemudian menambah satu gol lagi lewat tendangan melengkung yang elegan di menit akhir laga.

"Saya tidak pernah bisa memimpikan hal seperti ini," katanya setelah pertandingan.

"Kami telah melakukan sesuatu yang bersejarah, tetapi turnamen belum berakhir. Sekarang kami ingin lebih," ujarnya.