BolaSkor.com - Bek Manchester United, Harry Maguire, mengeluhkan penyelesaian akhir yang dimiliki Red Devils selepas kekalahan di pekan 11 Premier League melawan Bournemouth. Ada indikasi Maguire frustrasi atau menyesal gabung Man United?

Bermain di Vitality Stadium, Man United kalah 0-1 dari gol yang dicetak Joshua King, eks produk akademi United, di menit 45. Mendominasi penguasaan bola hingga 58 persen, melepaskan 15 tendangan dan empat tendangan tepat sasaran, dan tidak ada satu pun yang berhasil menjebol gawang Aaron Ramsdale.

Tipikal Man United, mereka kurang kreativitas dari lini tengah untuk memberikan suplai bola kepada trio penyerang yang diturunkan Daniel James, Marcus Rashford, dan Anthony Martial. Alhasil, ketiga pemain itu tak dapat menciptakan banyak peluang.

Baca Juga:

Bournemouth 1-0 Manchester United: Mantan Pemain Sakiti Red Devils

Menilik Perbedaan Skuat Muda Chelsea dan Manchester United

Kebangkitan Semu Manchester United

Manchester United kalah dari Bournemouth

Maguire, 26 tahun, baru didatangkan di musim panas ini dengan banderol 80 juta poundsterling dari Leicester City. Selagi Leicester bersaing di papan atas klasemen, Man United bersaing di papan tengah Premier League.

Bek timnas Inggris itu pun menyoroti kekurangan Man United di area ketiga pertahanan lawan. Kekurangan dalam mengonversi peluang menjadi gol.

"Itu bukan performa yang buruk, namun (kami) kekurangan kualitas," ucap Harry Maguire kepada MUTV.

"Kami merasa mereka hanya punya dua peluang dan kami bisa mengatasi itu dengan cukup baik sebagaimana kami mengerahkan pemain untuk menyerang, namun kami harus menunjukkan kualitas lebih banyak di sepertiga akhir."

"Kami memiliki beberapa kesempatan. Kami memainkan bola melalui lini. Saya ingat Victor (Lindelof) bermain cukup sering dengan bola lewat lini, terutama di babak pertama dan di babak kedua. Jadi kami harus menunjukkan lebih banyak kualitas," tegas dia.

Jadwal padat diyakini Maguire jadi alasan penurunan performa Man United. Namun, Maguire tak mau menjadikannya sebagai alasan dan meminta timnya bangkit di dua laga berikutnya melawan Partizan Belgrade (08/11) dan Brighton & Hove Albion (10/11).

"Empat laga tandang beruntun dalam 11 hari, apa pun itu, ini sulit untuk para pemain, namun tidak ada alasan, kami merasa bagus secara fisik untuk bermain (hari ini), secara mental kami juga bagus, dan kami menjalani pertandingan dengan rasa percaya diri dan saya pikir kami menunjukkan itu di awal," tambah Maguire.

"Kami sekarang harus menundukkan kepala, menatap ke depan untuk laga hari Kamis [di Liga Europa] dan kemudian pertandingan besar lainnya sebelum jeda internasional [melawan Brighton], di mana kami harus bangkit," urainya.

Manchester United meraih 13 poin dari 11 laga Premier League. Ini jadi catatan terendah mereka sejak terakhir meraih 11 poin, di laga yang sama, pada musim 1986-87.