BolaSkor.com - PSG (Paris Saint-Germain) lagi-lagi harus menerima kenyataan pahit gagal meraih kemenangan yang sudah di depan mata. Kejadian itu berlangsung di final Piala Prancis yang berlangsung di Stade de France melawan Stade Rennes, Minggu (28/04) dini hari WIB.

PSG sudah unggul 2-0 melalui gol yang dicetak Dani Alves (13') dan Neymar (21'). Namun, keunggulan itu hilang dan berubah menjadi 2-2 ketika Presnel Kimpembe mencetak gol bunuh diri (40') dan Edson Andre Sitoe (66'). Skor 2-2 bertahan hingga waktu normal berakhir.

Pada babak tambahan, PSG bermain dengan 10 pemain sejak Kylian Mbappe diusir wasit di menit 118. PSG kemudian kalah 5-6 di drama adu penalti dan gagal meraih titel Piala Prancis. Comeback yang terjadi itu mengingatkan publik ketika PSG kalah oleh Manchester United di Liga Champions.

Baca Juga:

Legenda AC Milan Anggap Kylian Mbappe Bintang Sebenarnya PSG

Zidane, Neymar, hingga Mbappe Ekspresikan Kesedihan Terkait Kebakaran Katedral Notre Dame

Neymar Emoh Jadi Bagian Los Galacticos Jilid 3

"Kami melakukan remontanda (comeback), tapi PSG sudah terbiasa dengan hal tersebut. Saya tidak punya masalah kepada klub, hanya saja masalah saya kepada mereka yang memimpin," cetus eks pemain PSG yang kini jadi pemain Rennes, Hatem Ben Arfa.

Kekalahan itu semakin parah karena selepas laga Neymar tampak frustrasi dan meluapkan segalanya kepada fans serta rekan setimnya. Pertama, bintang asal Brasil terlihat menampar seorang fans ketika sedang menaiki tangga untuk menerima medali.

Neymar tampar fans

Kemudian, Neymar juga menyindir rekan setimnya, khususnya pemain-pemain muda, ketika berbicara kepada media. Menurutnya, para pemain muda tidak punya respek kepada pemain-pemain senior dan lebih banyak berbicara ketimbang menyimak dan mendengarkan saran.

"Kami harus seperti pria di ruang ganti pemain, kami harus lebih bersatu. Saya melihat banyak pemain muda yang, tidak sepenuhnya tersesat, tapi kurang mendengarkan dan lebih banyak berbicara," ucap Neymar, dikutip dari Goal.

"Mereka harus mendengarkan lebih banyak lagi ketimbang berbicara. Terkadang, pemain yang lebih berpengalaman berbicara dan mereka menjawab kembali. Pelatih (Thomas Tuchel) berbicara dan mereka memberontak. Ini tak boleh berlanjut."

"Kami jauh berpengalaman, jadi mereka harus lebih respek kepada kami, mendengarkan lebih banyak lagi. Saya harus melakukan hal yang sama ketika saya memulainya (karier)," urai Neymar.

Kekalahan itu juga memastikan bahwa PSG hanya meraih titel Ligue 1 di musim 2018-19. Les Parisiens telah gagal melaju jauh di Piala Liga Prancis, Liga Champions, dan kalah di final Piala Prancis.