BolaSkor.com - Pemain Juventus asal Brasil Douglas Costa mengungkapkan pernah mempertimbangkan untuk meninggalkan sepak bila karena cedera yang terus-menerus mendera dia.

Pemain berusia 29 tahun itu pernah dianggap sebagai salah satu talenta muda paling cemerlang, namun gagal memenuhi potensinya akibat berbagai cedera. Sepanjang karier, Costa bergantian dibekap cedera, dari hamstring, betis, hingga lutut.

Baca Juga:

Jika Gabung Juventus, Haaland Hanya akan Jadi Pemain U-23

Juventus Baru akan Melepas Pjanic jika Barcelona Berikan Arthur

Salip Barcelona, Juventus Punya Tawaran Menarik Gaet Neymar

"Ada saat-saat ketika saya berpikir, 'Bisakah saya tetap bermain?'" kata Costa kepada The Players' Tribune. "Itu karena saya keluar ke lapangan dan mengalami cedera lagi," kata dia lagi.

"Lalu, ketika menyaksikannya di televisi, saya ingat ini adalah hasrat saya dan bahwa saya masih bisa main pada level atas. Ini yang membuat saya tetap hidup, saya tahu sepak bola mudah bagi saya. Ini tidak ada hubungannya dengan uang atau menjadi terkenal."

"Intinya adalah melakukan apa yang Anda nikmati dan senang melakukannya. Itulah tujuan saya. Saya bercanda dengan Alex Sandro bahwa saya lebih banyak melakukan pemindaian dibanding memainkan pertandingan," lanjut Costa.

Costa, yang sudah bermain 31 kali bagi tim nasional Brasil, hanya tampil 43 kali di semua kompetisi bersama Juventus selama dua tahun terakhir.

Selama dibekap cedera, Costa juga memutuskan untuk menyewa pelatih mental untuk membantunya menangani efek psikologis.

"Orang mengatakan, Saya mempunyai potensi untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia, namun cedera menahan. Itu mengganggu saya," kata mantan pemain Gremio itu.

"Saya punya potensi untuk menjadi pemain top, namun karena alasan di luar kendali saya, saya tidak bisa."

"Setiap kali cedera, saya bertanya pada diri sendiri, kesalahan apa yang saya lakukan? Saya bertanya-tanya mengapa saya tidak bisa bermain secara konsisten. Ini sesuatu yang menyakiti saya.," tutur dia.

"Oleh karena itu, saya minta bantuan. Saya tidak tahu apakah Anda pernah mendengar tentang pelatih mental. Mereka bukan psikolog, tapi mereka menunjukkan pada Anda bagaimana fakta masa kecil masih bisa mempengaruhi Anda."