BolaSkor.com - UEFA berencana untuk mengubah sistem Financial Fair Play (FFP) setelah upaya mereka melarang Manchester City tampil di kompetisi Eropa dibatalkan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Peraturan FFP bertujuan untuk menghentikan klub mengalami kerugian besar karena berlebihan dalam belanja pemain. Tetapi setelah 11 tahun, UEFA mulai mempertimbangkan perubahan sistem sebelum CAS mendukung banding City.

City menjatuhkan sanksi karena UEFA menilai City melakukan pelanggaran serius terhadap aturan FFP terkait laporan finansial yang diberikan kepada badan pengurus antara 2012 sampai 2016.

Baca Juga:

Bebas dari Hukuman UEFA, Manchester City Urung Absen di Dua Kompetisi Eropa

Pencabutan Regulasi FFP dan Perubahan Besar Harga Pemain karena Virus Corona

Eks Manajer Legendaris Arsenal Bahas FFP dan Pembatasan Gaji Pemain di Eropa

Namun, CAS memutuskan bahwa tuduhan itu tidak terbukti atau melewati batas waktu, karena aturan UEFA sendiri menetapkan undang-undang bahwa penuntutan berlaku selama lima tahun.

Beberapa kasus mungkin juga telah tercakup dalam sebuah perjanjian penyelesaian UEFA dan City setelah penyelidikan sebelumnya berakhir pada 2014.

Sudah pasti pencabutan hukuman City tersebut dianggap sebagai sebuah kekalahan Badan Pengawas Keuangan Klub (CFCB) UEFA.

Meski mempertimbangkan untuk mengubah sistem FFP, UEFA tetap membela sistem yang diperkenalkan oleh mantan presiden badan eksekutif Eropa Michel Platini pada 2009.

"Selama beberapa tahun terakhir, Financial Fair Play telah memainkan peran penting dalam melindungi klub dan membantu mereka stabil secara finansial dan UEFA dan ECA (Asosiasi Klub Eropa) tetap berkomitmen pada prinsip-prinsipnya," demikian pernyataan UEFA dilansir Reuters.

Namun, pada kongres di Amsterdam pada Maret, presiden UEFA Aleksander Ceferin mengatakan bahwa sistem itu kemungkinan akan diubah.

"Masih terlalu dini untuk mengatakan bagaimana bentuknya di masa depan, tetapi kami telah memikirkannya dan mungkin harus beradaptasi," kata Ceferin.