BolaSkor.com – Tidak ada satupun di Italia yang tak mengenal sosok Andrea Pirlo. Dia adalah maestro sepak bola Italia yang telah gantung sepatu tahun lalu di New York City. Sepanjang kariernya, Pirlo bermain untuk Brescia, Inter Milan, Reggina, AC Milan, dan Juventus di Italia. Kesuksesan terbesarnya diraih dengan Milan dan Juventus.

Di sana dia meraih gelar-gelar prestisius seperti dua titel Liga Champions, enam Scudetto, dua Coppa Italia, dan tidak lupa, titel Piala Dunia 2006 bersama timnas Italia. Berbicara soal timnas Italia, Pirlo sedianya sempat diplot untuk menjadi asisten pelatih Roberto Mancini untuk menangani Gli Azzurri.

Akan tapi, FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) menolaknya karena Pirlo telah menjalin kontrak bekerja sebagai pandit sepak bola di Sky Sport Italia, yang fokus membahas soal Liga Champions. Alhasil, FIGC memiliki Angelo Gregucci sebagai asisten Mancini. Gregucci pernah dua kali bekerja dengan Mancini di Manchester City dan Zenit Saint Petersburg.

Gagal menjadi asisten pelatih Italia, Pirlo pun kesal dan menyerang kembali FIGC yang langsung menunjuk Gregucci tanpa berbicara langsung dengannya. Pirlo menumpahkan unek-uneknya. Seperti dilansir ANSA (11/8), berikut pernyataan lengkap dari Pirlo.

“Sepanjang karier saya, dan masih sampai hari ini, saya selalu respek untuk timnas dan nilai-nilai yang diwakilkan, bagi saya dan bagi warga Italia, bahwa saya merasakan keharusan untuk menjabarkan dengan detail dialog yang dibuka beberapa bulan terakhir antara saya dengan FIGC, yang selalu digambarkan dengan transparansi dan kejelasan tanpa batas.”

“Sejak pertemuan pertama kami, tepat sekali, saya telah membuatnya jelas bahwa saya akan memberikan keterbukaan maksimal dan di waktu bersamaan, dengan respek memperjelas kalau komitmen saya terhadap sponsor dan partner di lur sepak bola, yang sudah saya bangun sepanjang waktu, dibangun karena kewajiban profesional saya, termasuk kesepakatan yang sudah saya capai dengan Sky.”

“Jadi, jika hal tersebut telah menjadi rintangan bagi kami mencapai kesepakatan, saya jelas dapat memahaminya. Malah, saya diberitahu tidak ada masalah sama sekali dan itulah mengapa kami terus melanjukkan jalan yang sama.”

“Guna mengakomodasi keinginan federasi, saya mengambil lisensi kepelatihan musim panas ini. Pada beberap poin tertentu, jalan tersebut dinterupsi dan bukan karena keinginan saya pribadi. Kendati demikian, passion saya kepada timnas Italia tetap terjaga dan saya akan terus mengikuti mereka dengan cinta dan mendoakan segala kemungkinan terbaik.”