BolaSkor.com - Pelatih Arema FC, Mario Gomez menjadi salah satu pihak yang enggan untuk meributkan kebijakan klub atas pemangkasan gajinya di Arema FC, selama penghentian kompetisi sampai akhir Mei nanti.

Ia paham bahwa kebijakan yang diambil tim Singo Edan sudah realistis dan dialami oleh semua tim lain di Indonesia. Meski di sisi lain, ia harus menerima kenyataan bahwa gajinya harus dipangkas sampai 75 persen selama empat bulan, dari 11 bulan masa kontraknya sejak Januari hingga November di Arema FC.

"Soal (pemangkasan gaji) itu, mereka (manajemen) lebih tahu apa yang saya pikirkan," tutur Pelatih Arema FC kelahiran Mar Del Plata, Argentina, berusia 63 tahun tersebut.

Baca Juga:

Argentina Tertutup bagi Pelatih Arema FC Mario Gomez untuk Kembali

Legiun Asing di Liga 1 Didominasi Pemain Brasil, Pelatih Bali United Stefano Cugurra Beri Pandangan

Mario Gomez pun tahu jika kebijakan itu akan menimbulkan sikap pro dan kontra. Baginya, saat ini bukan menjadi momen yang tepat untuk membicarakan soal gaji, lantaran masih ada kepentingan yang jauh lebih penting lagi.

"Yang paling penting saat ini adalah, bagaimana kita menjaga kesehatan dengan baik," ujar mantan pelatih Persib Bandung dan Borneo FC tersebut.

Sebelumnya, PSSI mengeluarkan Surat Keputusan pada 27 Maret, terkait pemenuhan hak dan kewajiban klub selama kompetisi berhenti. Yaitu dengan membayar gaji seluruh anggota tim, meliputi staf pelatih, pemain hingga ofisial dengan jumlah maksimal sampai 25 persen.

Arema FC kemudian menerapkan instruksi itu selama empat bulan, dimulai pada Maret, April, Mei dan Juni, dengan asumsi kompetisi berlanjut lagi pada awal Juli nanti. (Laporan Kontributor Kristian Joan/Malang)