BolaSkor.com - Baru beberapa pekan Ralf Rangnick ditunjuk sebagai pelatih Manchester United menggantikan Ole Gunnar Solskjaer, kritikan dan sorotan sudah ditujukan kepadanya dengan penampilan United yang jauh dari memuaskan.

Begitu banyak pemberitaan negatif mengenai Man United dari memanasnya ruang ganti pemain dengan mereka yang ingin hengkang, hingga pemain-pemain yang tak suka dengan metode kepelatihan eks pelatih Schalke dan RB Leipzig itu.

Dalam dua laga terakhir melawan Aston Villa di Piala FA dan Premier League menunjukkan ada yang salah dengan United, terutamanya dari segi mentalitas dan karakter tim. Khususnya beberapa individu.

Kabarnya para pemain tidak sepenuhnya sepaham dengan Rangnick dari caranya menerapkan sesi latihan. Gambaran metode latihan United - yang mungkin tak disukai pemain United - diberikan oleh mantan pemain Schalke, Tim Hoogland yang pernah bekerja dengan Rangnick.

Baca Juga:

Ragukan Rangnick, Scholes Minta Man United Bajak Antonio Conte

Anthony Martial, Bom Waktu yang Mulai Meledak

Baru Comeback, Phil Jones Sudah Masuk Daftar Jual Manchester United

Ralf Rangnick

“Rangnick memiliki aturan yang jelas dalam sesi latihan. Jika Anda tiba di sepertiga kedua lapangan (lini tengah), Anda tidak boleh memainkan bola ke belakang," tutur Hoogland kepada The Athletic.

“Jika Anda memenangkan bola, insting pertama harus ke setengah lawan, ke arah gawang lawan. Seringkali dalam latihan, ketika kami mendapatkan bola, kami akan memiliki, katakanlah, enam atau tujuh detik untuk mendapatkan tembakan ke gawang. Jika tidak, tim lain mendapatkan bola."

“Jika Anda melakukan hal seperti itu dalam latihan, Anda akan melakukannya dalam permainan. Banyak pelatih dan tim melakukan hal seperti ini sekarang, tetapi 15, 20 tahun yang lalu, itu tidak biasa."

“Dia mengubah cara kami berlatih – Anda tidak berlatih karena Anda ingin berlatih, Anda berlatih karena Anda memiliki visi yang sangat, sangat jelas tentang bagaimana seharusnya diterapkan dalam permainan.”

Hoogland menilai Rangnick sebagai sosok yang lebih dari sekedar pelatih: separuh pelatih dan separuh Direktur Olahraga. Tak ayal julukan Arsitektur diberikan kepada Rangnick di Jerman.

“Dia selalu sedikit lebih dari seorang pelatih. Dia komunikator yang sangat baik, pengetahuannya luar biasa, dia memiliki visi yang sangat jelas tentang bagaimana sepak bola harus dimainkan. Dia setengah pelatih, setengah direktur olahraga. Mereka memanggilnya Arsitek di Jerman," imbuh Hoogland.

Sebelum dapat menerapkan gaya bermain yang ingin diterapkannya, Rangnick harus terlebih dahulu mendapatkan respek dari para pemain.

Kabarnya, ada candaan di ruang ganti pemain United kala mereka tertawa saat Rangnick datang ke pemusatan latihan di Carrington kala mereka diberikan waktu libur oleh sang pelatih.