BolaSkor.com – Selasa, 20 November 2018, tetesan air mata yang tidak pernah dilihat dari sosok petarung, Tim (bukan Gary) Cahill, mengalir membasahi pipi di laga persahabatan antara timnas Australia melawan Lebanon di Stadion Australia, Sydney. Sambil berkaca-kaca, Cahill berkata.

“Saya benar-benar tidak tahan (menahan rasa haru) di sisi lapangan ketika fans meminta saya bermain. Saya sangat sulit menahan rasa emosional. Ini kali pertama saya menangis di lapangan pertandingan.”

“Saya bangga karena saya meninggalkan sepak bola (pensiun) di pencapaian tertinggi. Ini malam yang sangat hebat. Jersey ini berarti segalanya untuk saya. Saya selalu menempatkan negara di atas segalanya.”

Pada usia 38 tahun, Cahill pensiun dengan torehan 108 caps dan 50 gol, menjadikannya top skor sepanjang masa Australia. Sekedar informasi tambahan: Cahill bukanlah penyerang murni melainkan gelandang serang.

Empat Piala Dunia sudah diikutinya dengan Australia yang sudah dibelanya dari tahun 2004. Dari Piala Dunia 2006, 2010, 2014, dan 2018. Memilih salah satu dari Piala Dunia itu, tahun 2006 akan diingat sebagai pencapaian terbaik dari negeri yang ada di kawasan Osenia.

Australia menembus 16 besar dan kalah 0-1 dari Italia yang kemudian menjadi juara turnamen. Di tahun 2006, Cahill mencatatkan prestasi serba pertama; pemain pertama Australia yang mencetak gol di Piala Dunia dan pemain pertama Australia yang terpilih sebagai Man of the Match saat melawan Jepang di penyisihan grup.

Piala Dunia itu juga jadi penanda generasi emas Socceroos. Cahill berada di skuat yang juga berisikan Mark Schwarzer, Lucas Neill, Craig Moore, Brett Emerton, Mark Bresciano, Mark Viduka, dan Harry Kewell. Fans sejati Leeds United dan Liverpool pastilah tahu Kewell.

Tidak ada trofi prestisius yang diraih generasi emas itu, seperti halnya generasi emas Inggris dan Belgia, kendati demikian era mereka akan selalu ada dalam sejarah sepak bola. Tak lekang oleh waktu.

Pensiunnya Cahill menutup buku dalam episode generasi emas Australia. Generasi baru Australia dipimpin oleh Trent Sainsbury, kapten tim yang bermain di PSV Eindhoven. Cahill, secara khusus memberikan tongkat estafet suksesornya kepada Martin Boyle, pemain berdarah Skotlandia-Australia yang sekarang bermain di Hibernian.

“Saya tidak bisa meminta pemberian jersey yang lebih baik lagi – dia (Cahill) legenda. Dia sudah lama bermain dan melakukan segalanya. Kami semua berterima kasih atas apa yang dilakukannya,” ucap Boyle yang mencetak dua gol di laga melawan Lebanon dan terpilih sebagai Man of The Match.