BolaSkor.com - Perhelatan Copa Libertadores alias Liga Championsnya Amerika Selatan tengah berlangsung saat ini. Pagi ini (21/07) terjadi pertandingan seru di leg dua 16 besar antara Atletico Mineiro kontra Boca Juniors.

Pertandingan berakhir tanpa gol di waktu normal dan Mineiro menang 3-1 dari drama adu penalti setelah agregat gol sama kuat tanpa gol. Laga yang berakhir di Mineirao itu diwarnai juga dengan keributan pemain Boca di lorong ganti pemain.

Keributan itu dipicu penggunaan VAR yang dianggap para pemain Boca tak adil. Penggunaan itu terjadi kala Boca mencetak gol di waktu normal. Selepas laga berakhir beberapa pemain Boca, termasuk eks bek Manchester United, Marcos Rojo berupaya ke ruang ganti Mineiro untuk berbicara dengan ofisial laga.

Barang-barang seperti pemadam api, penghalang besi dilempar ke pintu sebagai bentuk luapan emosi, polisi pun dipaksa untuk mengintervensi dan menenangkan situasi. Kabarnya petugas keamanan juga menggunakan gas air mata kepada skuad Boca dan staf.

Baca Juga:

Selamat Datang di Buenos Aires, Ibu Kota Sepak Bola Dunia

Cara Spesial Boca Juniors Hormati Mendiang Diego Maradona

Profil Marinho, Striker Berusia 30 Tahun Pemain Terbaik Copa Libertadores

Keributan di lorong ruang ganti pemain

"Tanpa diragukan lagi (wasit laga memengaruhi hasil akhir) semua bisa melihatnya. Kami mencetak gol bagus, faktanya kami layak menang juga di leg satu. Ini menyakitkan, kami merasa marah. CONMEBOL harus melihat wasit mereka," ucap gelandang Boca, Diego Gonzalez.

Wakil Presiden Boca yang juga eks pemain timnas Argentina, Juan Roman Riquelme juga menggambarkan keributan yang terjadi di ruang ganti pemain dan membenarkan adanya penggunaan gas air mata kepada skuad tim.

"Ketika mereka berada di ruang ganti, Anda melihat seseorang dengan setelan jas yang mendorong pemain-pemain dan menghina mereka ... Polisi melemparkan gas ke wajah para pemain," terang Riquelme.

"Mereka (melemparkan) gas, apa yang Anda lakukan? Apakah Anda membela diri atau membiarkan mereka memukul Anda? Anda melihat presiden melempar botol, polisi ... Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada mereka. Itu kebenarannya."

Terakhir, mantan pemain Villarreal itu menilai perhelatan Copa Libertadores tidak adil dan menilai penggunaan VAR tidak akurat.

"Kami bersaing secara adil, kami pantas memenangkan kedua pertandingan, namun kami tersingkir. Sulit ketika mereka tidak ingin memberi Anda gol," tambah Riquelme.

"Mengkhawatirkan, seharusnya masalah VAR lebih akurat dan tidak curang. Ini kompetisi yang sangat bagus, tetapi ini sangat disayangkan. Copa Libertadores tidak serius atau adil," pungkas dia.