BolaSkor.com - Perjalanan Napoli di Liga Europa terhenti di 32 besar. Napoli menang 2-1 di leg dua 32 besar melawan Granada di San Paolo, Jumat (26/02) dini hari WIB, tetapi mereka tetap gagal melaju ke-16 besar setelah kalah 0-2 di leg pertama.

Dua gol Napoli dicetak Piotr Zielinksi dan Fabian Ruiz yang diperkecil gol dari Angel Montoro. Napoli mendominasi penguasaan bola hingga 66 persen, melepaskan 22 tendangan dan tujuh sepakan tepat sasaran.

Layak atau tidaknya Napoli lolos pada kenyataannya mereka gagal ke-16 besar. Akan tapi permainan Granada masih membuat pelatih Napoli Gennaro Gattuso kesal dan itu mengganjal di hatinya.

Menurut legenda AC Milan itu permainan Granada apabila diterapkan di Italia atau mereka tim Italia maka Granada akan menjadi bulan-bulanan media. Granada di laga itu bermain sangat defensif dan banyak membuang waktu.

Baca Juga:

Babak 16 Besar Liga Europa: Inggris Kirim Wakil Terbanyak, Napoli Tersingkir

Hasil Liga Europa: Arsenal Menang Dramatis, MU dan Milan Tertahan

Keributan Warnai Akhir Laga AC Milan Vs Red Star

Granada vs Napoli

"Kami kebobolan gol yang aneh hari ini, itu tiga lawan satu di dalam kotak. Saya tidak ingat peluang lain untuk Granada. Kami harus bangga dengan apa yang kami tunjukkan," kata Gattuso kepada Sky Sport Italia.

"Mereka yang mewakili kami perlu membuat diri mereka lebih dihormati - jika tim Italia bermain seperti Granada malam ini, mereka akan dibantai di semua media. Perlu ada rasa hormat, hari ini mereka membuang-buang waktu terlalu banyak, tiga menit di setiap kesempatan."

"Saya marah bukan karena kami kalah, tapi karena permainan yang sangat sedikit (untuk dapat dinikmati)."

Kebahagiaan Granada, Pahit untuk Gennaro Gattuso

Apapun yang dikatakan Gattuso faktanya Granada arahan Diego Martinez melanjutkan performa bagus mereka. Granada masih bersaing di papan tengah klasemen LaLiga dan melanjutkan perjalanan di Eropa.

Sebagai informasi partisipasi Granada di kompetisi Eropa musim ini merupakan yang pertama. Debut Granada sejauh ini berjalan baik di Liga Europa karena menyingkirkan Napoli dan lolos dari grup yang berisikan PSV Eindhoven, PAOK, dan AC Omonia.

Sementara untuk Napoli akhir yang pahit. Selepas lolos dari grup yang berisikan Real Sociedad, AZ Alkmaar, dan Rijeka, Napoli justru kandas di 32 besar Liga Europa dan lolos Liga Champions musim depan via jalur Liga Europa telah berakhir.

Tekanan juga semakin dirasakan oleh Gattuso. Sang pelatih sebelumnya terancam dipecat karena Napoli saat ini di luar zona Liga Champions dan kini tersingkir dari Liga Europa. Gattuso tak bisa mengendalikan hal tersebut dan meminta timnya untuk segera fokus di Serie A.

"Saat ini kami perlu mendapatkan para pemain dan antusiasme kembali," imbuh Gattuso. "Para pemain harus tenang sayalah orang yang harus peduli di sini."

"Sayalah yang paling bertanggung jawab. Sekarang, kami harus mulai bekerja, itu akan menjadi penting bagi kami. Seragam Napoli adalah beban yang berat, tapi kami harus tenang dan memberikan sedikit tambahan," urai dia.